Riau (Inmas)- Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan Anggaran (OM SPAM) posisi realisasi anggaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau berada pada rangking 32 dari 34 Provinsi se Indonesia, dengan presentase realisasi anggaran hanya 37 % yang seharunya minimal 50 % per 28 Juni 2018.
Menyikapi hal tersebut Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA, usai memberikan materi pada acara Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Tahun 2018 di Hotel Winstar Pekanbaru, Kamis (28/6/2018), ia telah melakukan tindak lanjut dengan memanggil semua satker di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau agar segera dilakukan percepatan progam dan realisasi anggaran.
“Ini cukup
memprihatinkan, prestasi kita pada semester pertama terjun payung ke rating 32 dari
rating yang cukup baik pada tahun 2017 yang masuk dalam 10 besar realisasi
anggaran se Indonesia. Untuk itu saya meminta kerjasama semua pihak terkait,
bendahara, operator dan lainnya untuk dapat segera merealisasikan anggaran yang
memungkinkan untuk dilaksanakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, beberapa anggaran yang bisa segera dilaksanakan yaitu tunjangan profesi guru, Pencairan dana BOS, dana bantuan madrasah, bantuan guru terpencil dan beberapa program lain yang tidak terikat oleh waktu dan juknis.
Kasubbag
Perencanaan dan Keuangan H Muliardi M Pd mengakui kondisi tersebut, keterlambatan beberapa anggaran karena terikat
oleh waktu, petunjuk teknis dan beberapa anggaran yang harus direvisi.