Riau (Inmas)- Rapat Pimpinan (Rapim) Satuan Kerja di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau yang berlangsung pada Selasa (16/1/2018) kemarin menghasilkan beberapa rekomendasi yang akan disampiakan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2018 di Jakarta.
Kasubbag Perencanaan dan Keuangan Kanwil Kemenag Riau, H Muliardi M Pd usai rapat mengatakan, hasil Rapim telah menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya terkait dengan pendidikan, keagamaan, zakat, wakaf, haji dan lainnya. Hal tersebut akan dirangkum dan diramu menjadi keputusan Kementerian Agama dalam menjalankan Program Tahun 2018 dan 2019 sehingga pelaksanaan anggaran dapat berjalan efektif dan efesien.
“Tadi sudah kita dengarkan semua pemaparan masing- masing unit yang ada di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, tentu titik focus kita adalah pembangunan keagamaan dan pendidikan keagamaan. Dan ini akan kita ramu atau kita matangkan dulu, baru akan diketahui jelas apa- apa saja itemnya,” ungkapnya.
Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Riau, H Fairus MA, mengatakan, bidang Pakis dalam Rapim lebih menekankan pada pengembangan pondok pesantren agar mampu melahirkan kader ulama di setiap Kabupaten/ Kota.
“Rapim yang digelar Kanwil Kemenag Riau akan memperkokoh evaluasi Nasional, dimana progam 2017 akan menjadi acuan kegiatan pada tahun 2018, sehingga pelaksanaan anggaran akan lebih efektif, efesien dan daya serap anggaran akan lebih optimal. Untuk di Pondok Pesantren bagaimana melahirkan pondok- pondok pesantren mampu mengkaderkan ulama disetiap Kabupaten/ Kota. Di pondok pesantren diupayakan memiliki khalafiyah dan salafiyah, serta muaddalah yang diharapkan akan melahirkan calon ulama,” ucapnya.
Kakankemenag Kabupaten Siak, H Muharom MA, mengungkapkan, para Rapim ia telah menyampaikan beberapa program prioritas dan isu strategis, diantaranya Bidang Zakat dengan Siak Bersinar dan Siak Bersih, serta program pendidikan wustho bagi anak SMP.
“Siak Bersinar yaitu hasil kegiatan zakat yang dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Siak membantu pemerintah daerah untuk mengadakan barang konsuntif untuk para mustahiq dalam pengadaan meteran listrik,.dan Siak Bersih yaitu pengadaan WC bagi masyarakat yang belum mepunyai WC secara permanen. Dan Wustho terintegrasi yaitu anak SMP seluruhnya harus melaksanakan diniyah wustho ditempat yang sama dengan kurikulum yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama. 2018 sudah dianggarkan intensifnya oleh Pemda Kabupaten Siak,” jelasnya.
Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Riau, Sahat Lambok M Pd, mengatakan, program yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 adalah meningkatkan tenga pendidik dan kependidikan khususnya guru agama baik PNS maupun non PNS.
“Untuk program kualifikasi kita akan bekerja sama dengan kampus, selain melakukan koordinasi dengan tingkat Provinsi dan Kabupaten/ kota untuk singkronisasi kegiatan yang dilakukan pada tahun 2018. Termasuk Pesparawi yang akan diadakan di Pontianak pada akhir Juli,” jelasnya. (mus/eka/anto)