0 menit baca 0 %

Rapat Pleno I,Bupati Siak: Pemuda Harus Kuasai Ilmu Pengetahuan, Kakanwil Sebut HMI Kader Pemimpin Bangsa

Ringkasan: Riau (Inmas) Bertempat di Aula besar Kanwil Kemenag Riau,  Selasa (31/10) sejumlah mahasiswa yang tergabung dari HMI Riau dan Kepri menggelar seminar dan Rapat Pleno I. Kegiatan yang ditaja oleh Badan Koordinasi (Badko) HMI Riau-Kepri dibuka langsung oleh Kakanwil kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi M...

Riau (Inmas) – Bertempat di Aula besar Kanwil Kemenag Riau,  Selasa (31/10) sejumlah mahasiswa yang tergabung dari HMI Riau dan Kepri menggelar seminar dan Rapat Pleno I. Kegiatan yang ditaja oleh Badan Koordinasi (Badko) HMI Riau-Kepri dibuka langsung oleh Kakanwil kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Dua ratus lebih mahasiswa terlihat bersemangat menyimak materi demi materi yang disampaikan dua narasumber yaitu Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, Jhoni S Mundung kelahiran Inhu yang merupakan Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau. Kegiatan yang mengangkat tema "Peran pemuda dalam Pembangunan Bangsa" juga dihadiri  Ketua umum HMI Sudirman, Ketua panitia Ramadani dalam 

Bupati  Siak Drs H Syamsuar MSi sebagai salah satu pemateri pada kesempatan itu menghimbau agar pemuda hari ini bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal. Memasuki periode seratus tahun usia kemerdekaan RI, 70 persen generasi muda yang akan tampil dan menjadi pemimpin bangsa dan pengusaha sukses ujarnya mengawali sambutan. Selain itu yang mengharapkan pemuda hari ini dapat berkiprah dalam semua lini, bila  perlu  lapangan pekerjaan, dikuasai oleh anak anak muda.

Masa depan ini adalah masa depan generasi muda saat ini, kami berharap melalui momen sumpah pemuda ini, anak anak muda dapat memanfaatkan waktu dengan terus belajar, dengan semangat disiplin yang tinggi dan kerja keras. Apalagi dalam menghadapi persaingan global sekarang ini, menguasai ilmu pengetahuan sebagai  kunci kesuksesan kedepan.“Generasi muda harus menyiapkan bekal yang  matang untuk menghadapi tantangan dan persaingan dunia kedepan”, ujarnya memberi spirit.

Syamsuar menambahkan generasi muda harus bisa menebar manfaat bagi orang lain, karena ditangan dan pundak merekalah bangsa ini bisa maju. Selain menonjolkan karakter bangsa Indonesia yang ramah generasi  muda  diharapkan selalu mengedepankan akhalkul karimah. “Pemimpin yang berakhlak akan bisa membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi”, tandasnya.

Mantan Bupati kepulauan Meranti ini menilai HMI sampai hari ini masih sangat populer, begitu banyak tokoh nasional maupun daerah yang merupakan kader dari HMI. Makanya HMI adalah sebuah wadah organisasi dalam proses pembentukan kader kader pemimpin, sekaligus juga sebagai wadah untuk menggali pengalaman dari sesepuh sesepuh yang berjasa untuk daerah, yang ada di Riau. Semoga generasi muda yang tergabung dalam orgnaisasi HMI Riau-Kepri ini dapat mengisi kemerdekaan RI dan meneruskan cita cita pejuang terdahulu dalam memajukan Indonesia, harap Bupati.

Senada dengan hal tersebut, Kakanwil Kemenag Riau yang merupakan mantan aktivis HMI Fakuiltas Syari’ah UIN Kalijaga Jogjakarta ini melihat HMI adalah wadah besar dalam upaya mendidik generasi muda, sehingga dapat menjadikan HMI sebagai kampus kedua setelah belajar formal di kampus. Menurutnya ini merupakan salah satu estafet perjuangan generasi muda kedepan, karena kalau dilihat sejarah mencatat tak sedikit para alumni HMI yang berkiprah dalam dunia pemerintahan, dunia politik bahkan sukses menjadi pengusaha. “Bahkan dua dari Presiden Indonesia merupakan Alumni HMI”, sebutnya.

Ahmad Supardi berpesan agar aktivis  HMI  Riau-kepri, bisa memepertahankan kedinamisan dalam keharmonisan, jauh dari benturan benturan dan silang pendapat yang akan memicu kekisruhan. Ia menilai HMI juga merupakan bagian dari organisasi yang patut di jaga eksistensinya.

“Secara khusus saya sengaja menyediakan kantor wilayah Kemenag ini sebagai tempat aktivis HMI dalam menyalurkan aspirasi atau sebagai tempat rapat intern, yang terpenting aturan main dijaga, bisa tertib aman, karena kantor ini adalah milik pemerintah, milik negara yang harus kita jaga”, tekannya menutup bincang.(vera/adi/juki)