0 menit baca 0 %

Rapat Persiapan Debarkasi, PPIH EHA Riau Bidang Kesehatan Siapkan Pendeteksi Suhu

Ringkasan: Riau (Inmas) Seluruh komponen terkait penyelenggaraan haji, mulai dari pemerintah pihak penerbangan hingga debarkasi disiapkan untuk menyambut kepulangan jamaah haji Embarkasi Haji Riau dari Tanah Suci.Kepulangan jamaah embarkasi haji Antara Riau dijadwalkan dua gelombang.

Riau (Inmas) – Seluruh komponen terkait penyelenggaraan haji, mulai dari pemerintah pihak penerbangan hingga debarkasi disiapkan untuk menyambut kepulangan jamaah haji Embarkasi Haji Riau dari Tanah Suci.

Kepulangan jamaah embarkasi haji Antara Riau dijadwalkan dua gelombang. Rombongan pertama mulai 19 Agustus 2019 hingga 27 Agustus 2019. Sedangkan gelombang kedua 4 September hingga 15 September.  

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah terutama masalah kesehatan dan pencegahan masuknya ancaman virus MERS dan ebola. Untuk itu KKP kelas II Pekanbaru menggelar rapat Persiapan Debarkasi Jemaah Haji Antara Riau di Aula Lantai II Kantor KKP  Kelas II Pekanbaru, Kamis (15/08) pukul 14.30 petang.

Kepala KKP kelas II Pekanbaru juga selaku PPIH EHA 2019, Drs Sarifudin Saragih M Kes mengatakan petugas kesehatan sudah mempersiapkan pelayanan kesehatan jamaah gelombang pertama yang direncanakan akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru 19 Agustus 2019 pukul 02.00- 02.20 dini hari.

Ia meyakini petugas dan fasilitas kesehatan di Embarkasi maupun di Bandara sudah siap melayani jemaah haji.

Petugas kesehatan akan menyambut jemaah haji kloter awal yang masuk gelombang pertama yang akan mendarat di Bandara Hang Nadim Batam.

Sementara itu Kloter awal yang akan mendarat pertama kali di Bandara SSK II ialah kloter asal Pekanbaru BTH 02. 

Lebih lanjut Sarifudin Saragih yang memimpin rapat, mengatakan dari segi kesehatan dan pencegahan masuknya virus-virus berbahaya ke Indonesia, pihaknya akan mengidentifikasi kesehatan jamaah.

 ''Bila ada yang  gejalanya panas tinggi akan di periksa oleh tim kesehatan kami dan bila parah baru dirujuk rumah sakit Awal Bros ataupun Arifin Ahmad”, sebutnya.

Pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan menyediakan petugas kesehatan. Begitu pula mobil ambulans yang tetap stand by di bandara, lengkap dengan peralatannya.

Ia menegaskan sejumlah tenaga kesehatan akan disiapkan untuk mencegah masuknya virus MERS atau ebola. Mereka bertugas mengantisipasi dan mendata kesehatan jamaah, baik di bandara maupun di asrama haji Antara Riau. 

Jika nantinya ditemukan ada ancaman virus berbahaya maka jamaah akan diajukan untuk dirawat ke rumah sakit.

PPIH kesehatan Debarkasi Antara Riau juga menyiapkan thermal scanner atau pendeteksi suhu pada ruang penerimaan asrama haji untuk mengantisipasi virus ebola dan MERS, lanjutnya.

 ''Kami sudah mulai menyiapkan thermal scanner untuk menyambut kedatangan mereka,'' ujarnya. 

Ia mengatakan, begitu jamaah haji masuk ke ruangan penerimaan haji akan terdeteksi oleh alat pengukur suhu tersebut. Jika ada jamaah haji yang suhu tubuhnya melampaui 38 derajat Celsius maka akan diperiksa oleh tim kesehatan untuk memastikan kemungkinan penyakit yang diderita jemaah Riau.

''Menyambut kedatangan jemaah haji sudah kami lakukan berbagai kesiapan hingga saat ini seluruh tim kesehatan sudah hadir pada rapat kali ini” sebutnya.

Selain personil juga alat-alat juga sudah disiapkan apabila ada yang sakit yang memerlukan pelayanan,'' ujar Sarifudin Saragih.

Disamping itu, ia menyebut jumlah PPIH kesehatan yang akan diturunkan ke Bandara Hang Nadim Batam sebanyak 4 orang. Terdiri dari dokter umum/dokter spesialis, perawat, surveilans, siskohat kesehatan, jelasnya melanjutkan.

Sekarang konsentrasi semua di kepulangan untuk menghadapi gelombang pertama kedatangan jemaah haji. Kalau misalkan ada yang tiba-tiba sakit kita memiliki juga tim layanan kesehatan KKP di  bandara. 

“Mereka akan bertugas melakukan dukungan pelayanan kesehatan pada jamaah yang baru landing,'' imbuhnya.

Sistem rujukan juga turut disiapkan menurut kriteria triase. Ketika ada jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan (triase hijau) di area bandara maka akan langsung ditangani tim kesehatan mobile bandara. 

Namun apabila terjadi kondisi kedaruratan, maka jemaah yang sakit akan dirujuk kerumah sakit yang sudah ditunjuk.

“Rumah sakit siap menampung jemaah haji yang dirujuk sakit, begitu pula 3 unit ambulance yang disiapkan akan dikoordinasikan” katanya.

Hadir pada rapat itu Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Kepala KKP Kelas II Pekanbaru beserta jajaran pejabat, Kanwil Kemenag Riau diwakili Kasi Sistem Informasi Ahmad Zakir MM, dan pihak Angkasa Pura.(vera)