Riau (Inmas) – Dihubungi terpisah H Janheri staf pada Bidang Pakis diruang kerjanya pada Kamis (14/09) sore mengatakan
ada empat kerangka besar yang dibicarakan pada rapat persiapan pelaksanaan
Musabaqah Qiraatil Kutub Tahun 2017 yang akan digelar di Pondok Hidayatul Mubtadiin Jepara
mendatang. Rapat tersebut menurutnya dalam rangka mempertajam rumusan yang
telah disepakati pada rapat rapat sebelumnya.
Pertama terkait masalah peserta, peserta yang telah diperoleh dari hasil seleksi tingkat provinsi, kita telah menemukan juara juara terbaik satu untuk di utus ke even nasional nanti. Hasil pelaksanaan pada tingkat provinsi lalu yang kita sesuaikan dengan anggaran pada DIPA tersebut sejatinya belum memperlombakan semua cabang atau kitab . “Harusnya kitab yang diperlombakan itu berjumlah 25 kitab, namun untuk tingkat provinsi kemaren kita hanya perlombakan 20 kitab saja 4 pada ulla, 8 pada wustha dan 8 untuk ulya”, artinya 3 kitab tidak kita perlombakan, terang pria kalem ini. Hal ini terjadi mengingat di dalam anggaran DIPA hanya mampu mengcover untuk 43 orang juara I terbaik.
Diharapkan dengan rakor pemantapan ini para pimpinan pondok dan kasi kasi pd ppntren di Kab/kota akan dapat membantu lima kitab yang belum diperlombakan. “Alhamdulillah dari kesepakatan bersama dengan pihak kab/kota untuk debat Bahasa inggris putra dan putri sudah terisi, artinya lagi sudah bertambah 6 orang peserta lagi, jadi 43 ditambah 6 orang lagi. Maka untuk jumlah peserta yang fix itu baru 59 orang. Sementara untuk lima kitab yang belum diolmbakan lalu, 2 pesantren Albaddar Kampar dan PP Al Uswah pekanbaru mengaku siap untuk mengisi dan menerjunkan santrinya.
Saat ini sambungnya kita hanya menunggu untuk debat bahasa arab putri, jika nanti semua semua cabang terisi berarti jumlah peserta kita dari 43 orang akan fix menjadi 62 orang, itu sudah termasuk termasuk dengan debat bahasa putri yang sifanya masih menunggu.
Kedua, Janheri menjelaskan tentang persyaratan yang wajib dipenuhi oleh setiap peserta. Dikatakannya persyaratan itu berkaitan dengan administrasi. Ini penting, jangan sampai kita sudah sampai disana peserta kita tidak bisa tampil karena tidak lengkap administrasi. Persyaratan ini ada domain pesantren yang konsen pada rapor santri, domine Kemenag yang konsen pada izin operasional, serta legalitas izin operasional yang menjadi domine Kanwil, terangnya.
“Setiap peserta harus diyakini terdaftar sebagai santri sesuai dengan tempat bermukimnya, itu pun harus disertai dan dibuktikan dalam surat pernyataan menggunakan materai”, imbuhnya. Selain itu persyaratan administrasi lain yang wajib dilengkapi adalah sejumlah dokumen seperti ijazah asli, akta dan dokumen pribadi lainnya termasuk masalah wali santri. “Karena sistem pendaftaran sudah online, kita tinggal mengscan semua dokumen asli tersebut dan diemailkan ke panitia, yang aslinya kita yang pegang untuk pengabsahan nanti’, ujarnya lagi.
Pembinaan menjadi poin ketiga yang penting dibahas dalam rapat, terkait pembinaan pihaknya mengatakan telah melimpahkan ke masing masing pesantren anak anak santri yang ikut nanti dibawha pengawasan langsung pimpinan pp dan ustadz ustadznya. “Target ini kan lima besar, kita harus bersungguh sungguh dan yang dipilih juga anak anak yang berprestasi semua, yang juara semua”, ujarnya. “Ini peluang, tinggal pembinaan saja lagi, sifatnya pembinaan ini TC yang dilakukan di PP masing masing. Kasi kasi dari kab/kota siap membantu terkait dana pembinaan tesebut.
Begitu pula terkait pendamping dan official yang tak kalah penting, ia mengatakan harus dipersiapkan dengan matang, ujarnya. Lebih lanjut terkait masalah persyaratan, pria yang akrab disapa Yan ini mengungkapkan bahwa Presiden menginginkan keterlibatan banyak unsur pemerintahan di even nasional ini, melalui Kemendagri beliau mengirim surat dan radiogram ke provinsi provinsi gubernur dan para bupati untuk terlibat sepenuhnya dalam helatan ini. Pihaknya siap berkoordinasi langsung dengan pemprov setempat terkait dana bantuan jika ada untuk pendamping dan official, harapnya.(vera/faj)