Riau (Inmas) – Pelayanan Penyelenggaraan ibadah haji merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Dan yang menjadi tulang punggung kepanitiaan adalah Kementerian Agama baik ditingkat provinsi hingga pusat. Untuk itu Kanwil Kemenag Riau melalui Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah melaksanakan rapat teknis terkait persiapan Embarkasi Haji Antara Riau pada Tahun 1440 H/2019 M di ruang rapat Kabag TU Kanwil Kemenag Riau, Selasa (07/05).
Rapat dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabid PHU Kemenag Riau selaku Plh Kabag. Dihadiri oleh Kasubbag Umum Drs H Elwizar dan jajaran Kasi serta staf dilingkungan Bidang PHU Kemenag Riau.
Mengawali rapat H Mahyudin memaparkan pelayanan ibadah haji merupakan tugas yang berat harus dipikul bersama. Mulai fase keberangkatan hingga fase pemulangan.”Kegiatan ini sebuah amanat yang diberikan sebagai panitia di Embarkasi Haji Antara Riau sekaligus sebagai titik awal dimulainya operasional embarkasi Haji Antara setelah terbentuknya susunan kepanitiaan ini”, tuturnya.
Mahyudin juga mengingatkan PPIH harus memberikan pelayanan terbaik selama jamaah haji berada di asrama hingga keberangkatan.”Para panitia diharapkan memberikan pelyanan dengan penuh tanggung jawab serta tidak mengecewakan para jamaah yang merupakan tamu Allah”, sebutnya.
Sementara itu Kabid PHU H Erizon Efendi mengupas berbagai agenda penting dalam proses penyediaan layanan ibadah haji. Agenda yang dibahas dalam rapat menyangkut tiga hal penting antara lain;
Pertama, terkait kontrak lelang untuk konsumsi jamaah haji.”Ini membahas bagaimana proses lelang dan mengatur klosul klosul yang dikhawatirkan mungkin akan terjadi diluar kebiasaan selama ini”, ujarnya. Erizon mengharapkan dalam waktu satu bulan kedepan proses lelang konsumsi jamaah Riau sudah bisa dimulai dan bisa diketahui pemenang tendernya.
”Kalau ada diantara perusahaan yang mendaftar ini nanti melakukan pembatalan, kita akan ulang pelelangan tahap ke II, namun jika masih gagal, maka pihaknya akan melakukan penunjukan (pengadaan) langsung”, sebutnya.
Ia juga menegaskan konsumsi yang dibahas ini belum termasuk 295 jamaah haji yang masuk dalam kuota tambahan, namun di dalam listnya sudah dimasukkan mengingat anggaran untuk kuota tambahan ini belum keluar dari pihak pusat.
Erizon memastikan proses penyediaan layanan konsumsi ini akan berjalan dalam beberapa tahapan mulai dari pemberitahuan, penawaran, kapasitas, negosiasi, hingga penandatangan kontrak.
Kedua, terkait pembentukan SK Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi haji Antara Riau. “Seluruh komponen baik bidang maupun kepala seksi dilibatkan dalam kepanitiaan haji tahun ini, termasuk juga instnasi terkait lainnya seperti bea cukai, perhubungan, pemprov, kepolisian, KKP kelas II pekanbaru dan Dinas kesehatan”, terangnya.
Pihaknya memastikan seluruh komponen yang terlibat sudah siap bertugas sesuai bidang dan wewenangnya masing masing dalam operasional nanti.
Yang tak kalah penting menjadi perhatian krusial pada rapat adalah  membahas evaluasi atas simulasi percontohan (rekayasa) keberangkatan jamaah haji di asrama Embarkasi  Haji Antara Riau yang baru baru ini dilaksanakan. “Kekurangan yang masih ditemui pada saat simulasi akan kita perbaiki nanti pada saat simulasi lengkap pada tahap II, insyaallah akan menghadirkan 10 rombongan jamaah”, tukasnya.(vera)