Riau (Inmas) – Puncak ibadah haji, kegiatan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dekat. Seluruh petugas kloter asal Riau mendapatkan materi pemantapan Armuzna, Rabu (07/08) dari Kepala Sektor I Mekkah H Mi'rad.
Rapat dihadiri oleh konsultan ibadah Drs H Syafi’i, Perlindungan Jemaah (Linjam) Muhd Slamet. Diikuti oleh 170 orang petugas terdiri dari seluruh ketua kloter (TPHI), pembimbing ibadah (TPIHI), dokter Kloter.
Rapat ini untuk mempersiapkan segala hal menyambut rangkaian pelaksanaan ibadah di tiga tempat yang sangat penting yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang merupakan puncak dari kegiatan ibadah haji. Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah di Aqabah, Wusta, dan Ula, sangat menentukan pelaksanaan ibadah haji seseorang.
Sedikitnya ada tiga catatan penting yang dikupas pada rapat itu. Pertama, mekanisme pelaksanaan petugas sesuai tugas dan fungsi masing2 dengan saling melakukan koordinasi.
Selanjutnya menyangkut teknik pemberangkatan jamaah dari hotel masing2, bagaimana tertib dari arafah ke muzdalifah hingga dari muzdalifah ke mina.
Terakhir juga dikaji terkait pemantapan Fiqh Haji terkait Armuzna, kendati ada perselsihan pendapat ulama tentang Mina Jadid namun secara umum petugad dapat memahami, semua catatan tersebut untuk diteruskan kepada jamaah.
Demikian disampaikan TPIHI Kloter BTH 02 Drs H Asmuni Hasan MA kepada humas (07/08) pukul 22.30 WIB melalui via WhatsApp.
Sejumlah petugas mengikuti pemantapan sambil lesehan setelah sholat Ashar pukul 16.00 WAS. Dalam pemantapan itu sejumlah personel petugas haji juga menanyakan beberapa persoalan terkait pelaksanakan ibadah haji.
Dia menegaskan, pelaksanaan manasik haji bagi petugas berbeda dengan jamaah. Sebab petugas terkait dengan beban kerjanya sebagai petugas. Untuk itu perlu dilakukan pemantapan manasik bagi petugas,” jelasnya.
Apalagi bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah sehingga mendapatkan predikat haji mabrur dan mabrurah. “Mabrurnya haji jemaah, sukses petugas”, tandasnya.
Ia juga meminta agar semua kloter menjaga masing-masing jamaahnya.(vera)