0 menit baca 0 %

Rapat Pegawai Honorer Kemenag Kuansing Bahas Persoalan BPJS

Ringkasan: Kuansing (Inmas), Pada hari Jum'at pagi (01/02/2019) usai melaksanakan apel pagi, seluruh pegawai honorer Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi berkumpul di ruangan Kepala untuk mengikuti rapat.Sebagai pemimpin rapat tersebut adalah Kepala Seksi Pakis H.

Kuansing (Inmas), Pada hari Jum'at pagi (01/02/2019) usai melaksanakan apel pagi, seluruh pegawai honorer Kantor Kementerian Agama kabupaten Kuantan Singingi berkumpul di ruangan Kepala untuk mengikuti rapat.

Sebagai pemimpin rapat tersebut adalah Kepala Seksi Pakis H. Sarpeli, M.Ag yang didampingi oleh Analis Kepegawaian H. As Yunit, S.Ag dan Bendahara Kantor Kemenag Kuansing Burdianto, S.Kom,MM.

Bahasan utama dalam rapat tersebut menyangkut tentang jaminan kesehatan pegawai honorer yaitu BPJS. Beberapa waktu yang lalu, status BPJS pegawai honorer Kantor Kemenag Kuansing dihentikan untuk sementara waktu, dengan alasan pendapatan mereka belum memenuhi Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Sehingga keanggotaan BPJS mereka yang sebelumnya aktif ditangguhkan untuk sementara waktu.

Menyikapi hal ini, Bendahara Keuangan Kemenag Kuansing melakukan koordinasi dengan BPJS kabupaten, karena belum memperoleh hasil yang memuaskan beliau melanjutkannya ke BPJS ibu kota di Pekanbaru. Dari hasil koordinasi tersebut, akhirnya keanggotaan BPJS pegawai honorer dapat kembali diaktifkan.

Salah seorang pegawai honorer menyatakan rasa syukurnya dengan kembalinya status keanggotaan BPJS nya. Meskipun kalau dipikir-pikir lebih baik tidak usah berhubungan dengan organisasi penjamin kesehatan manapun, karena kalau sudah berhubungan dengan mereka, berarti ada hubungannya dengan masalah kesehatan pada seseorang. "Sebagai orang normal, kita tentunya berharap sehat terus dan lancar rezekinya," ujar salah seorang pegawai honorer.

"Yang bikin kami agak kecewa kemarin adalah pemutusan yang secara tiba-tiba. Kami tentunya ingin hak kami dalam bidang kesehatan sama dengan yang lainnya, kalau orang lain punya kenapa kami tidak," jelasnya lebih lanjut. (N/R)