0 menit baca 0 %

Rapat Koordinasi Zakat Periode Tahun 2017 Berlangsung Hangat

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Hari ini, (10/01) bertempat di aula Kanwil mini dilaksanakan rapat koordinasi Zakat tahun 2017, yang dipimpin langsung oleh Drs H Ahmad Supardi MA selaku Kepala Kanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Agenda kegiatan rapat kali ini membahas tentang beberapa poin penting.

Pekanbaru (Inmas) – Hari ini, (10/01) bertempat di aula Kanwil mini dilaksanakan rapat koordinasi Zakat tahun 2017, yang dipimpin langsung oleh Drs H Ahmad Supardi MA selaku Kepala Kanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA. Agenda kegiatan rapat kali ini membahas tentang beberapa poin penting. Pertama, bagaimana meningkatkan Sosialisasi dengan instansi terkait regulasi pengelolaan zakat, objek sosialisasi dan media sosialisasi tentang zakat. Kedua, bagaimana upaya menguatkan kelembagaan pengelola terkait SDM, Teknologi Informasi, pelaporan pengelolaan zakat Baznas kab/kota, LAZ Nasional perwakilan provinsi, LAZ Kabupaten/kota se-Riau, serta pola koordinasi yang efektif antara LAZ dan Baznas. Ketiga, Optimalisasi pendayagunaan zakat dengan cara menjalin kerjasama dengan tenaga fungsional pemerintah dalam memberikan pendampingan skill kepada mustahiq yang mendapatkan bantuan modal usaha. Keempat, penguatan regulasi pengelolaan zakat sesuai dengan perda maupun pergub. Dan terakhir, bagaimana sinergi antara stake holder perzakatan baik itu Baznas/LAZ, Pemprov Riau, kanwil Kemenag Riau, Ormas Islam, dan media cetak elektronik dan sosial.

Kabid Penaiszawa Drs H Irhas dalam laporannya meyampaikan apresiasi atas kehadiran penggerak zakat dalam kegiatan yang akan memperkokoh koordinasi pengelolaan zakat yang ada di Provinsi Riau. Kita berharap mengingat sekarang masih awal tahun anggaran semua kegiatan dapat kita cerna, pelajari lebih awal agar lebih memudahkan kita di dalam melaksanakan amanah negara yang kita emban, ujarnya.

Sehubungan dengan telah dikukuhkannya pimpinan BAZNAS Provinsi Riau yang tentu memiliki tantangan lebih besar kedepan, diharapkan agar amanat tersebut bisa dijalankan dengan semestinya dan terselenggara dalam sebuah harmonisasi. Demikian laporannya mengawali rapat koordinasi yang ditaja di Aula mini Kanwil Kemenag riau tersebut.

Hari ini begitu banyak lembaga yang memberdayakan zakat ini sebutnya, tidak hanya lembaga yang dibentuk oleh pemerintah, namun juga banyak ditemukan berdiri lembaga yang dikembangkan oleh masyarakat bahkan ada juga lembaga yang bergerak tanpa sepengetahuan kita. Intinya memiliki esensi dan tujuan yang sama yaitu untuk membantu dan memajukan perekonomian umat. Hal ini menurutnya perlu menjadi perhatian khusus bagi kita dalam upaya penyelarasan pekerjaan tersebut, sehingga semua  yang lembaga kita lakukan dan masyarakat lakukan bisa berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang sama, H irhas menyinggung sekilas masalah zakat fithrah yang merupakan bagian dari tugas pembinaan syari’ah. Untuk zakat fithrah cukup dikelola oleh Kemenag melalui unit unit yang ada. Kaitannya bukan pada pemberdayaan secara lebih luas lagi, berbeda dengan porsi yang ada pada pengelolaan zakat maal, yang sudah  jelas dinaungi oleh satu Dirjen Bimas Islam kemenag RI, tuturnya.

Sementara itu Kasi Pemberdayaan zakat Dr M fahri mengatakan  terkait masalah sosialisasi zakat pihaknya telah melakukan upaya kongkrit seperti mengadakan dialog khusus seputar perzakatan atau masalah yang terkait didalamnya. Bahkan kita telah melakukan hearing dengan RRI Riau, untuk mendapatkan satu schedule khusus setiap bulannya mengenai sosialisasi tersebut. Hal ini pun mendapat respons dari pihak RRI, terangnya.

Untuk baznas Provinsi, himbaunya Tahun 2015 akhir kita mendapat bantuan sebanyak 70 juta per  kelompok usaha produktif di enam lokasi kab/kota. Dari enam lokasi tersebut yang sangat terlihat perkembangan itu di Rumbai Pesisir Pekanbaru  sudah sangat berkembang secara signifikan katanya mencontohkan. Jika ini dikawal terus kita bisa jadikan ini sebagai pilot project kita, jelasnya.Untuk itu, jika kita keroyok secara bersama, kita lakukan sosialisasi secara bersama sama baik itu di instansi vertikal, maupun SKPD. Apalagi bisa dijalankan juga pada perguruan tinggi Islam seperti UIN Susqa yang ada di Riau. Maka tentu potensi pemberdayaan zakat ini akan menghasilkan secara optimal. 

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi seputar masalah zakat. Sebagai penutup Ketua Baznas Provinsi Riau H yurnal edward SE Msi. Ak.CA mengharapkan kepada semua peserta rapat bisa memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Turut Hadir pada rapat tersebut  Kasi Pemberdayaan Zakat Kanwil Kemenag Riau Ketua Baznas Provinsi Riau H yurnal edward SE Msi. Ak.CA, Wakil Ketua Dr H Azwar Aziz SH Msi, Wakil Ketua Dr H Saidul Amin MA, Wakil Ketua Muhammad Erwin SP SE ME.Sy, Wakil Ketua Yahanan S Pd I M.Sy.(vera)