Dumai (Inmas) – Hari ini, senin (23/11) bertempat di Aula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Rapat Koordinasi Persiapan Pengukuhan Kepengurusan (Forum Kerukunan Umat Beragama) FKUB yang baru periode 2015 s/d 2020, langsung dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs.H.Darawi,MA didampingi Kasubbag Tata Usaha Kemenag Dumai Drs.H.Khaidir, dan tampak hadir Ketua FKUB baru Drs.H.Ismail Abas,MA, Ketua FKUB lama H.Azhar Yazid,S.Pd.I, Kepala KUA se-Kota Dumai dan para pengurus FKUB yang terdiri dari 6 agama.
Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Dumai Drs.H.Darawi,MA mengatakan Kota Dumai merupakan pintu gerbang masuknya budaya dan paham-paham asing, jika peran FKUB tidak kuat, maka masyarakat Kota Dumai akan terpecah belah.
Mantan Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Kanwil Kemenag Riau ini mengatakan FKUB bukan organisasi lepas ataupun LSM, FKUB ini merupakan forum yang dibuat berdasarkan langsung Peraturan Bersama Menteri (PBM) nomor 8 dan 9 tahun 2006 yaitu peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. Oleh karena itu, harus adanya sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kota. Selama ini anggaran FKUB merupakan bersumber dari APBN, namun kita juga mengharapkan nanti adanya bantuan dari Pemerintah Kota Dumai supaya menganggarkan melalui APBD, hal ini demi untuk menunjang kelancaran program FKUB.
Berkenaan dengan peran FKUB, tidak terlepas dari kondisi yang ada didaerah masing-masing. Contohnya, Kota Dumai merupakan pintu gerbang internasional karena sangat dekat dengan negara-negara tetangga. Kita mengantisipasi masuknya budaya asing, aliran-aliran dan paham yang tidak jelas dari mana asal usulnya. Oleh karena itu, FKUB ini sebagai patokan keamanan umat beragama, yang berfungsi sekali dalam andil menciptakan stabilitas keamanan umat beragama, ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan KUA harus menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam menjalin keharmonisan dan kerukunan umat beragama khususnya pada Kecamatan. Jika terjadi persoalan umat ditengah masyarakat khususnya di Kecamatan, maka KUA harus turun menyelesaikannya.
Darawi berharap kepada Ketua FKUB yang baru, agar terus berkoordinasi dengan Ketua FKUB yang lama. Didalam solid dan diluar pun harus solid. Selanjutnya, koordinasi dengan Pemerintah Kota agar dalam pengurusan Surat Keputusan (SK) ini cepat selesai dan ditandatangani langsung oleh Pj.Walikota Dumai dalam upaya pengukuhan pengurus yang baru guna kepentingan kerukunan umat.
Selanjutnya, Ketua FKUB yang baru Drs.H.Ismail Abas,MA dalam kesempatan itu mengatakan banyak organisasi yang ada di Kota Dumai, tetapi yang dilegalitas adalah FKUB, yang mana forum ini merupakan persetujuan atas 2 menteri langsung, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.
“Menjelang pengukuhan, kita harus mempunyai persiapan-persiapan sebelumnya. Yang mana harus berkoordinasi dan bersinergi pada lintas sektoral yaitu pada Pemerintah Kota, DPR, dan Kementerian Agama yang dalam hal ini merupakan Pembina dari Forum ini. Karena ini forum, mari kita kedepankan musyawarah,” ucap Ismail.
Ismail Abas juga mengatakan, sebagaimana yang dikatakan Bapak Kakan Kemenag tadi, didalam solid dan diluar pun harus solid, didalam musyawarah harus mengutamakan kebersamaan dan begitu juga sewaktu kita berada diluar forum, tandas Ketua FKUB baru ini.
Disamping itu, Ketua FKUB lama H.Azhar Yazid,S.Pd.I dengan nada bersemangat mengatakan saya siap membantu, berkoordinasi dan bersinergi kepada pengurus baru, serta kepada Pemerintah Kota Dumai dalam upaya menciptakan toleransi kerukunan umat beragama.
“Suasana damai dan harmonis pasti akan terwujud, dengan koordinasi dan sinergi antar semua elemen masyarakat,” pungkas Azhar Yazid yang juga merupakan pengawas Kemenag Dumai.(jaka)
*edit by diah