0 menit baca 0 %

Rapat Evaluasi Simulasi Jamaah Haji di EHA Riau Hasilkan Ini

Ringkasan: Riau (Inmas) - Usai melaksanakan simulasi percontohan Kanwil Kemenag Riau melakukan rapat bersama instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1440 H/2019M.Rapat itu berkaitan dengan evaluasi  penyelenggaran simulasi haji jamaah Riau Tahun 1440H/2019 M yang diwakili dua rombongan...

Riau (Inmas) - Usai melaksanakan simulasi percontohan Kanwil Kemenag Riau melakukan rapat bersama instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1440 H/2019M.

Rapat itu berkaitan dengan evaluasi  penyelenggaran simulasi haji jamaah Riau Tahun 1440H/2019 M yang diwakili dua rombongan jamaah Pekanbaru.

Kasi Penyiapan Transportasi Udara Ditjen PHU Kemenag RI mengatakan ada 90 calon jemaah haji yang ikut simulasi awal sebelum berangkat.

Pihaknya mengaku bersama para tim telah menyusun dua SOP terkait keberangkatan dan kepulangan jamaah. “Ada SOP untuk yang mulus mulus saja, dan ada SOP bila terjadi Force Majeure”, ujarnya.

Ia menjelaskan simulasi yang dilakukan perdana untuk Embarkasi Haji Antara Riau, merupakan simulasi yang aman tanpa ada kasus. Menurutnya proses layanan satu atap ini sudah mengacu kepada SOP yang sudah disepakati. Hanya saja mengingat ada masukan dari pihak imigrasi untuk pemberian pasport.

 “Yang awalnya pasport akan dibagikan pada waktu penerimaan kedatangan, dikhawatirkan akan tercecer, rusak atau hilang maka pihak imigrasi akan membagikan pasport pada saat keberangkatan saja pada saat jamaah sudah steril”, jelasnya.

Selain itu Ia memaparkan pada saat kedatangan, yang akan berperan Dinkes Kesehatan, layanan satu atap seperti living cost (pembagian uang), pembagian gelang, pembagian boarding pass dari pihak penerbangan, sebutnya.

Sementara untuk pelayanan custom, imigrasi dilakukan pada saat keberangkatan. “Nantinya diruang sterilisasi, yang mempunyai wewenang otoritas penuh adalah dari pihak custom, security dan imigrasi”, ucapnya.

Maka siapapun yang masuk di ruang kedatangan harus melalui proses X-ray dan wall true yang ada.

Erda mengungkap  simulasi yang dilaksanakan di EHA merupakan simulasi normal tanpa kasus.”Ini sudah 80 persen, insyaallah akan bisa ketahuan fungsi dan tugas masing-masing SKPD dan PPIH sudah mengacu pada SOP yang dibuat”, ucapnya.

Menurutnya, secara umum penyelenggaraan simulasi jamaah haji di EHA perdana ini berjalan dengan baik 

Meski begitu Erdayati mengingatkan sejumlah kelemahan dan masukan  yang harus diperbaiki pada simulasi selanjutnya, kata dia.

"Pertama, belum ada dari pihak penerbangan yang melakukan simulasi pembagian boarding pass untuk  jemaah. 

Lalu kedua, lanjut dia, adanya pemindahan SOP terkait pembagian pasport jamaah, yang awalnya akan dibagikan saat kedatangan dirubah kembali. Mengingat  dokumen negara yang harus dijaga, diserahkan pada saat keberangkatan saja. 

Dengan kata lain, simulasi kedepan akan kita lakukan tentang pelaksanaan simulasi Ibadah Haji secara menyeluruh yang harus diikuti oleh jamaah calon haji. 

Kalau hari ini kan baru uji coba dua rombongan, besar harapan nanti akan ada simulasi lengkap dengan satu kloter dengan uji coba termasuk didalamnya problem solving  bila terjadi kasus, imbuhnya.

“Kasus ini bisa saja kasus KLB, kasus jamaah gagal berangkat karena alasan kesehatan, karena hamil, kesalahan pasport atau kesalahan visa, ada yang cegah tangkal atau evakuasi pasien”, rincinya.

Masalah dalam pelayanan ibadah haji sangat variatif dan dinamis. Ia menyebut kerjasama satu tim sangat dibutuhkan, dan masing masing  stakeholder yang bekerja dalam satu atap punya otoritasnya masing-masing. “Setiap stakeholder harus menghormati wewenang masing masing”, pesannya.

Ketika ada jamaah itu tidak bisa berangkat, itu sudah wewenang KKP, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Ketika jamaah terdeteksi cegah tangkal karena ada kasus siapapun tidak bisa membantu itu, karena sudah wewenangnya pihak imigrasi.

Begitu pula dengan kasus custom, ketika jamaah haji ingin membawa uang lebih dari seratus juta, harus lapor kepada custom sebelum pasportnya dicap. “Dan ini wewenang custom”, terangnya.

Kemenag dalam hal ini bertugas dalam hal mobilisasi jamaah, proses dokumen visa yang sudah ada, pembagian uang, pembagian gelang hingga layanan ibadah itu sudah lahannya Kemenag, tegasnya.

Ia menekankan perlu adanya kerjasama dan kepercayaan dari setiap stakeholder holder untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.