Batam (Inmas)- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menyelenggarakan rapat evaluasi mingguan dengan agenda evaluasi kloter 1 - 14 BTH dan persiapan menghadapi JCH Kloter 19 asal Batam. Rapat dipimpin oleh Ketua PPIH Embarkasi Batam H. Marwin Jamal, Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Barat H. Sahrul Yadi, Sekretaris PPIH Embarkasi Batam H. Subadi.Â
Beberapa catatan penting yang dihasilkan antara lain soal disiplin dalam menggunakan tanda pengenal PPIH Embarkasi Batam. Menurut Ketua PPIH Embarkasi Batam H. Marwin Jamal, sudah ditemukan adanya panitia yang tidak disiplin dalam menggunakan tanda pengenal, misalnya dengan meminjamkan tanda pengenal kepada pihak lain. “Ini akan berbahaya buat jamaah, karena ada pihak lain yang tidak berhak bisa masuk asrama dengan leluasa, dan ini akan menyulitkan petugas keamanan dalam mendeteksi setiap orang yang masuk asrama. Kita jaga ini bersama supaya kita tidak kecolongan”, kata Marwin Jamal.Â
Hal yang lain disoroti adalah soal kondisi tata perparkiran di Asrama Haji yang mulai tidak rapi. Marwin menyoroti parkir kendaraan yang tidak rapi sehingga menyulitkan pergerakan bus jamaah dan ambulance yang membawa jamaah dengan kondisi sakit. “Parkir sudah disediakan, gunakan secara teratur, supaya kerja kita semua bisa lancar”, ucap Marwin Jamal.Â
Beberapa saran disampaikan oleh peserta rapat, misalnya yang disampaikan oleh perwakilan Bandara Hang Nadim Batam H. Suwarso yang mengatakan kerusakan mesin pemindai (x-ray) di Asrama Haji Batam akan segera diperbaiki dengan suku cadang yang baru. “Walaupun ternyata lima Kloter yang melakukan pemindaian orang dan tas tenteng di Bandara Hang Nadim Batam ternyata lebih cepat. Kami menggunakan 4 mesin pemindai dan hasilnya hanya dibutuhkan waktu di bawah 30 menit untuk satu Kloter”, kata Suwarso.Â
Beda lagi dengan perwakilan Lion Air, Fikriyansyah yang mulai mengkhawatirkan penerbangan domestik untuk JCH Kloter 17 dan 18 BTH yang berasal dari Riau, karena saat ini di Riau sudah terdapat titik api yang bisa menyebabkan melandanya kabut asap. “Semoga kita bisa menghindari ini, walaupun yang kita khawatirkan justru saat pemulangan nanti”, kata Fikriyansyah.Â
Sementara itu perwakilan KKP Batam, Agus Jamaluddin mengapresiasi kekompakan PPIH Embarkasi Batam dalam menghadapi potensi konflik terutama dalam menerapkan Permenkes No. 15 / 2016 tentang istithoah kesehatan. “Penerapan Permenkes 15/2016 di Embarkasi Batam sudah sangat baik dan kita pertahankan. Bandingkan dengan di Embarkasi lain yang menjadi polemik dan saling lempar tanggung jawab sehingga menimbulkan gejolak”, ujar Agus Jamaluddin.Â
Selain itu, rapat juga menyepakati untuk menambah jumlah pasukan pengamanan Asrama Haji Batam saat menerima JCH Kloter 19 BTH asal Batam. (htmn/mus)