Riau (Inmas) – Kerja keras dan perjuangan Provinsi Riau dalam mewujudkan Embarkasi Haji Antara sejauh ini sudah semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Hal ini dibuktikan, Pada Rabu Tanggal 20 Februari 2019 tepatnya tadi siang sekitar jam 11.30 WIB telah dilaksanakan rapat lanjutan persiapan Embarkasi Haji Antara Riau yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, diantaranya Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, Imigrasi dan lainnya.
Dirjen PHU Kemenag RI sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keputusan penetapan embarkasi ini turun langsung ke Riau pada Rabu (20/02).
Hal ini menunjukkan telah terjalinnya koordinasi yang baik antara Kemenag dan Pemprov Riau bersama instansi terkait yang memiliki andil dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji di Riau. Demikian disampaikan oleh Kasi Penyiapan Transportasi Udara Eda Yati Dasril saat kegiatan rapat Embarkasi Haji Antara Riau di Gedung Kenanga Pemprov Riau.
Eda mengatakan untuk Embarkasi Antara itu prosesnya yang selama ini dilakukan di embarkasi haji itu dipindahkan kesini yang berbeda hanya pesawat domestik.
"Jadi proses layanannya sudah mengacu pada layanan standar internasional mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan orang, pemeriksaan barang, pembagian living cost, pemeriksaan dokumen, rekam bayometrik, dan fingerprint, semua itu dilakukan di asrama haji Pekanbaru, yang membedakan pesawatnya yaitu pesawat domestik sehingga teman-teman dari Riau akan diangkut oleh pesawat saudi”, ungkapnya.
“Kami akan menempatkan orang-orang saudi sehingga proses standar chek-in orang dan barang sesuai dengan aturan internasional, jadi proses yang dilakukan yang ada di asrama haji sudah menjadi gambaran proses pelayanan untuk internasional”, lanjutnya.
Iamenyatakan SKPD dan stakeholder sudah memiliki SOP masing-masing sesuai standar internasional bukan lagi domestik, jadi domestik itu hanya pesawatnya saja dari Pekanbaru ke Batam tetapi proses orang dan barangnya sudah mengacu pada proses standar internasional.
“Semakin cepat pemda setempat menyelesaikan standart pemenuhan embarkasi haji Antara ini makin cepat SK keluar”, ucapnya. Menurutnya ada beberapa beberapa tahapan dalam proses ini. Saat ini pihaknya mengaku tahap pemenuhan dokumen yang dibutuhkan, jaminan penyelenggaraan operasional karena untuk penyelenggaraan embarkasi antara itu seluruh biayanya tanggung jawab pemerintah daerah Tingkat I, kecuali pelayanan akomodasi di asrama haji itu menjadi tanggung jawab kementerian agama.
“Kita butuh SOP, ucapnya melanjutkan poin kedua. Selanjutnya ketiga membutuhkan persetujuan karena proses seluruh jamaah haji di Riau harus melakukan proses layanan satu atap di asrama haji dirusunawa tidak tanpa terkecuali mengingat jamaah ketika dari Sultan Syarif Kasim II Ke Hang Nadim Batam itu tidak masuk lagi ke asrama haji tapi langsung masuk pesawat jadi tidak ada pemeriksaan barang dan orang lagi, terangnya.(Vera/faj)