0 menit baca 0 %

Rangkul Pemuka Agama, Direktur RAPP : Lakukan Empat Hal Ini Tepis Isu dan Tekan Karhutla

Ringkasan: Riau (Inmas) - Gonjang ganjing mengenai informasi yang mencuat ditengah masyarakat tentang isu pembakaran hutan dan lahan seperti yang selama ini terjadi. Seharusnya sudah membuka mata hati dan fikiran untuk melakukan tindakan nyata ditengah masyarakat.

Riau (Inmas) - Gonjang ganjing mengenai informasi yang mencuat ditengah masyarakat tentang isu pembakaran hutan dan lahan seperti yang selama ini terjadi. Seharusnya sudah membuka mata hati dan fikiran untuk melakukan tindakan nyata ditengah masyarakat. Demikian start poin yang diungkapkan Direktur PT RAPP, pada acara MoU Komitmen Bersama Pemimpin Agama dan PT RAPP untuk mencegah Karhutla di Hotel Inugraha Kamis (29/09) sore.

Pertemuan desa bebas api di lima kabupaten ini sangat penting, menurutnya saat ini yang perlu diperkuat bagaimana upaya kita untuk mempererat hubungan baik dengan umat beragama dan juga paguyuban paguyuban ditengah masyarakat, untuk itu pihaknya mengaku program ini dipandang perlu menggandeng Kemenag.

Melalui isu kebakaran hutan dan lahan, yang puncak terjadinya pada Tahun 2015, meskipun musibah asap yang banyak terjadi dari provinsi tetangga, namun faktanya Riau dikritisi sebagai daerah yang memalukan Indonesia, Riau dikatakan menjadi biangnya kebakaran hutan yang paling parah di Indonesia.

Dengan demikian, untuk menepis isu sekaligus membuktikan Provinsi Riau tidak seburuk itu di mata dunia, kita harus bersama sama mengambil langkah langkah strategis mengatasi hal itu. Makanya penting melakukan tindakan preventif dari sekarang, ujarnya.  “Seyogyanya saat ini kita harus bergerak dan lakukan pencegahan ini secara bersama-sama baik itu pemerintah, Polri, TNI, pemuda, mahasiswa, tokoh agama, tokoh budaya, masyarakat dan terlebih lagi perusahaan yang harusnya lebih bertanggung jawab”, ucap Rudi.

“Ini tanggung jawab bersama, kita perlu melakukannya bersama sama, maupun secara individu”, himbau direktur muda tersebut.

Menurutnya program pemerintah Indonesia saat ini mengenai desa bebas api untuk 600 hingga 700 desa, merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam menekan karhutla dalam negeri, pun sebagai  langkah kongkrit penanggulangan bencana daerah. Ia mengungkapkan RAPP telah melakukan partisipasi dan beragam program sebelum ini, seperti Program FFVP (Free fire Village program) yang dapat mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahannya.

Ia berharap apa yang dilakukan RAPP hari ini bisa diikuti oleh perusahaan perusahaan lain bahkan juga menjadi satu acuan dan sebuah aturan baku kedepan, sehingga daerah lain pun dapat mengadopsi program ini.

Mengingat program desa bebas api ini adalah salah satu upaya pencegahannya,  khususnya pada daerah operasional, ia memaparkan empat upaya yang bisa dilakukan : Pertama, memberikan reward dan motivasi kepada masyarakat yang sudah terbukti melakukan upaya pencegahan. Kedua, membangun perantara artinya kita rekrut seseorang  yang bisa menjadi penghubung antara masyarakat desa dengan aparat, masyarakat desa dan pemerintah untuk mengkomunikasikan ketika terjadinya kebakaran atau hal lainnya. Ketiga memberikan solusi agar tidak terjadinya lagi pembakaran lahan. Dan memaksimalkan upaya sosialisasi secara maksimal, sehingga  pesan bahaya kebakaran kepada masyarakat itu sampai . Dalam hal inilah peran pemuka agama sangat diperlukan dengan cara pendekatan secara agama, tandas menyampaikan poin terakhir.

Meskipun RAPP telah banyak melahirkan program porgram pencegahan beberapa tahun terakhir, sehingga Riau bebas asap di dua tahun terakhir. Keberhasilan Riau bebas api diharapkan dapat diteruskan di tahun-tahun  berikutnya.

“Dua tahun ini kita bersyukur Riau tidak merasakan lagi musibah asap seperti di Tahun 2015 lalu, namun kita tak bisa prediksi apa yang terjadi di 2018 mendatang. “Makanya kita jangan sampai terlena dan hanya berdiam diri, perlu secara continue melakukan langkah langkah strategis yang signifikan”, pungkas pria berkulit sawo matang itu.

Pihaknya sangat serius dalam melaksanakan program ini, demi tercapainya komitmen pencegahan Karhutla pihaknya  akan menindaklanjuti program ini kedepan . Dia menuturkan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk provinsi tetangga untuk mencegah kebakaran hutan.

 “Terimakasih atas kehadiran dan waktu dari semua pemuka agama yang hadir, sekiranya ada masukan lebih lanjut kami siap menampung semua aspirasi”, ucapnya mengakhiri.

Kegiatan yang diakhiri dengan dialog interaktif itu dihadiri oleh Kakanwil kemenag Riau yang diwakili oleh Kabid Urais dan Binsyar, Sekretaris Umum MUI Riau,MUI Pelelawan dan Lima FKUB Kabupaten Meranti, Siak,kuansing, Kampar dan Pelelawan, dan Pemuka enam agama.(vera/faj)