0 menit baca 0 %

Ramadahan Lahirkan Insan Baru (Bagian Pertama)

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) – Ibadah puasa Ramadhan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh, secara teoritis, telah membawa umat Islam mencapai derajat tertinggi di sisi Allah SWT yaitu predikat taqwa. Taqwa dijadikan sebagai tolok ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT, sebagaimana firman Allah...

Rokan Hulu (Inmas) – Ibadah puasa Ramadhan yang dilaksanakan selama satu bulan penuh, secara teoritis, telah membawa umat Islam mencapai derajat tertinggi di sisi Allah SWT yaitu predikat taqwa. Taqwa dijadikan sebagai tolok ukur kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT, sebagaimana firman Allah :

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling tinggi derajat ketaqwaannya. Taqwa oleh para ulama didefenisikan dengan “Melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangannya”.

Dengan demikian, predikat taqwa telah mengantarkan seseorang kepada ketundukan dan kepatuhan tertinggi kepada Allah SWT, yang dibuktikan secara aktif dalam bentuk tindakan nyata.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA melalui press releasenya kepada sejumlah wartawan yang biasa meliput kegiatan Kemenag di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, kota Pasir Pengaraian, Selasa (5/7/2016).

Dikatakannya, Puasa sebenarnya adalah ibadah kuno yang telah disyari’atkan kepada umat manusia, jauh sebelum kedatangan Muhammad SAW. Ada yang mengatakan pensyari’atannya sejak Nabi Ibrahim AS dan ada yang berpendapat justru lebih jauh dari itu, yaitu sejak Nabi Adam AS.

Berbeda dengan ibadah Sholat, yang disyari’atkan justru setelah Nabi Muhammad SAW melaksanakan Isra’ Mi’raj. Kalaupun ada Sholat sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj, itu bentuknya adalah zikir dan tahannuts (menyendiri dan merenung) yang dilakukan oleh Nabi di Gua Hiro.

Berbeda dengan ibadah puasa, dimana bentuk dan tata caranya, dari dulu sampai sekarang adalah sama. Hal ini menunjukkan bahwa puasa adalah kebutuhan setiap umat manusia, dari dulu sampai sekarang dan bahkan sampai pada masa yang akan datang.

Hal ini juga dibuktikan dengan setiap orang yang akan diambil sampel darahnya, pasti terlebih dahulu disuruh berpuasa antara 9 sampai dengan 10 jam, sebab orang yang berpuasa darahnya stabil, tidak naik turun, sehingga dapat diukur secara akurat.Ash