0 menit baca 0 %

Ramadahan Lahirkan Insan Baru (Bagian Kedua)

Ringkasan: Rokan Hulu (Inmas) - Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwiul Kemenag Prov Riau ini, mengatakan bahwa Puasa selain dilaksanakan oleh umat manusia, juga dilaksanakan oleh mekhluq Tuhan lainnya seperti binatang. Sebagai contoh, induk ayam melaksanakan aktifitas puasa sel...

Rokan Hulu (Inmas) - Ahmad Supardi Hasibuan yang mantan Kepala Humas dan Perencanaan Kanwiul Kemenag Prov Riau ini, mengatakan bahwa Puasa selain dilaksanakan oleh umat manusia, juga dilaksanakan oleh mekhluq Tuhan lainnya seperti binatang.

Sebagai contoh, induk ayam melaksanakan aktifitas puasa selama ayam tersebut mengerami telurnya. Dengan puasanya itu, memudahkan baginya mengerami sekaligus menetaskan telurnya, sehingga dia mendapatkan anak keturunannya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh ular. Ular ketika hendak berganti kulit, supaya penampilan dan gerakannya lebih lincah, maka sang ularpun melaksanakan puasa. Tanpa puasa, maka ularpun tak dapat berganti kulit. Jika tak berganti kulit, maka penampilannya tidak cantik dan gerakannyapun tidak lincah.

Binatang lainnya yang melaksanakan puasa adalah kepompong. Kepompong berasal dari ulat melata yang jelek lagi menjijikkan dan bahkan tidak disukai manusia, sebab kalau bersentuhan dengannya, maka kulit akan terasa gatal. Ulat melaksanakan puasa, dengan menggulungkan dirinya kedalam daun, sehingga dia berubah jadi kepompong.

Setelah jadi kepompong, sang ulatpun terus melaksanakan aktifitas puasanya, sehingga dia berubah menjadi kupu-kupu cantik yang disukai oleh semua orang, sebab badannya langsing, warnanya indah, gerakannya lincah, sedap dipandang mata.

Tidak sedikit orang yang berusaha menangkap dan mengawetkannya, sebab indah dijadikan hiasan dan hargamnyapun jadi mahal. Sang ulat yang tadinya menjijikkan, kini telah berubah jadi makhluq baru yang disukai dan mahal harganya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Kab Mandailing Natal Prov Sumatera Utara ini, Orang yang melaksanakan ibadah puasapun pada dasarnya seperti itu. Jika puasanya benar-benar dilakukan sesuai ketentuan hukum Islam, maka pelakunya akan berubah, lahir menjadi manusia baru yang berbeda dengan sebelumnya.

Lahirnya sang manusia baru, dengan predikat muttaqien itu, sebelumnya telah mengendalikan kemauan fisiknya dengan menahan makan, minum dan melakukan hubungan suami istri pada siang hari, pikirannya juga dikendalikan dari fikiran-fikiran negative, akal bulus dan maksud jahat lainnya.

Terakhir, jiwanya juga telah dikendalikan dan digembelng secara spiritual dan ruhani, sehingga dapat menangkal hal-hal negative yang akan terjadi pada dirinya.Ash