Pekanbaru (Kemenag) - Kantor Wilayah Kementerian Agama
Provinsi Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Madrasah,
yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan madrasah se-Provinsi
Riau Jum'at (17/10/2025) di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Riau. Rapat ini
menjadi momentum strategis dalam meningkatkan sinergi dan penguatan mutu
layanan pendidikan madrasah, khususnya di bidang pendidikan madrasah (Penmad).
Acara yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd, membahas tentang Strategi
Sosialisasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) turut dihadiri Kabid
Pendidikan Madrasah dan seluruh kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota
se-Provinsi Riau.
Dalam pemaparannya, DR.H.Muliardi, M.Pd, menyampaikan
bahwa penguatan layanan reformasi
pendidikan madrasah merupakan prioritas utama dalam upaya transformasi
pendidikan madrasah. Beliau menekankan 4 layanan prioritas yang tengah menjadi
fokus nasional, yaitu:
- Meningkatkan
keimanan dan ketakwaan warga madrasah
- Membentuk
ekosistem spiritual yang kondusif
- Mendukung
profil pelajar rahmatan lil ‘alamin
- Menjadi
identitas keunggulan madrasah
“ KBC bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai cinta dan kassih
saying sebagai dasar pendidikan, bukan hanya focus pada kecerdasan intelektual
semata. KBC juga berfokus pada lima pilar utama cinta: Cinta kepada Tuhan Yang
Maha Esa , cinta kepada diri sendiri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan,
cinta kepada lingkungan, dan cinta kepada bangsa dan negeri” paparnya
Kepala MAN 1 Bengkalis, M. Rizal, S.Pd.I, M.Pd,
mengungkapkan harapannya setelah mengikuti rakor ini, “ Salah satu hal yang
diharapkan melalui kurikulum berbasis cinta adalah menciptakan generasi berkarakter
yang memiliki rasa tanggung jawab sosial, cinta lingkungan, dan merasa memiliki
tanah air yang kuat. Hal ini tentunya bekal yang sangat baik untuk menjadikan
madrasah semakin mendunia” pungkasnya. (Ical)