Raker Kemenag Riau 2010, Kakanwil Ingatkan Pegawai Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan
Ringkasan:
Pekanbaru, 23/2 (Humas)- Bertempat di Asrama Haji Transit Rumbai, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM secara resmi membuka Rapat Kerja Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun 2010, Senin (22/2). Raker akan berlangsung selama tiga hari (22-24 Pebruari).
Pekanbaru, 23/2 (Humas)- Bertempat di Asrama Haji Transit Rumbai, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Asyari Nur, SH MM secara resmi membuka Rapat Kerja Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun 2010, Senin (22/2). Raker akan berlangsung selama tiga hari (22-24 Pebruari).
Raker yang diikuti oleh Kabag Tu, Kakandepag, Pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kemenag Kantor Wilayah/Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah MAN, MTsN, dan MIN mengusung tema: Meningkatkan kwalitas kerja aparatur dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, melaksanakan kegiatan yang efektif, efisien, akuntabel, serta penyusunan rencana strategis yang cermat dan inovatif.. Turut hadir pula anggota Dharma Wanita Unit Kanwil Kemenag Prov. Riau.
Dalam sambutannya Kabag TU Drs. H. Albakiran Balim selaku Ketua Penyelenggara Raker menyampaikan bahwa ada tiga tujuan Raker yaitu: mengevaluasi pelaksanaan program kerja 2009, menyusun renstra 2011, menyamakan visi dan persepsi berkaitan pembangunan agama dalam bentuk renstra 2010-2014.
Sementara itu Kakanwil menyorot pelaksanaan program kerja 2009 agar dievaluasi dan dibenahi misalnya dalam merencanakan program agar lebih matang dan jelas sehingga terhindar dari revisi-revisi, menyesuaikan arah dan strategi pembangunan agama sesuai dengan pola/krakteristik daerah, tidak menunggu komando dari pusat tetapi bersifat proaktif, memahami tugas dan fungsi secara tepat, PPK/Kandepag lebih cermat dalam menjalankan dan mengawasi DIPA, dan sebagainya.
Disamping itu para pegawai perlu meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi dan lembaga-lembaga lain misalnya penamas dengan lembaga sosial keagamaan, kasi zakat dengan BAZ/LAZ/UPZ, kasi produk halal dengan industri-industri makanan, haji dengan imigrasi, kesehatan, madrasah/pesantren dengan dinas perkebunan, pertanian, dan sebagainya.
Menyinggung masalah tata kelola keuangan terutama yang berkaitan dengan pelaporan, Asyari menegaskan bahwa nilai sebuah laporan sama pentingnya dengan nilai bantuan yang diberikan pusat kepada daerah, karena itu kecepatan dan ketepatan waktu harus selalu diperhatikan.
Lebih lanjut Kakanwil menekankan pentingnya publikasi pembangunan agama dan keagamaan agar masyarakat memandang instansi Kemenag secara proporsional. Kementerian Agama adalah instansi yang tidak lagi terlalu bergantung kepada pemerintah daerah. (as)