Pekanbaru (Inmas) – Kanwil Kemenag provinsi mengadakan Raker Tahun 2017 selama tiga hari hingga esok Rabu (08/03). Direktur Binmas Polda Riau Kombes pol Drs Krispramono turut memberikan materi pada Raker Kemenag rovinsi Riau di Hotel Mutiara Merdeka pada Selasa (07/03). Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Riau H Darwison MA Bertindak langsung sebagai moderator pada kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap tahun tersebut. Kombes yang pernah berpengalaman sebagai Inspektorat Pengawas Daerah Polda Riau yang sebelumnya juga pernah menjadi Kasat PJR di Lantas Polda Riau, bahkan pernah diamanahkan menjadi Polres di Gorontalo selama tiga Tahun tersebut, mengatakan dalam materinya bahwa sejarah membuktikan perjalanan bangsa kita telah diuji dengan adanya beberapa peristiwa penting pada masa lalu.
Dilihat dari keberagaman Indonesia memiliki budaya dan ras yang sangat heterogen, budaya agama pulau bahasa dan sebagainya yang tetap harus bersatu dalam beberapa poros yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika.
Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebhinekaan, baik secara intern maupun ekstern. Tak bisa dipungkiri di Indonesia masyarakat yang berada pada level Upper class dan midlle class jumlah nya hanya sedikit ketimbang masyarakat lower class (ekonomi lemah) yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini sangat berimbas kepada pendidikan, artinya upaya kita sebagai pemerintah dalam mengatasi hal angka kemiskinan tersebut harus semakin ditingkatkan dalam berbagai aspek, terutama meningkatkan kualitas pendidikan kita, ucap pria berdarah jawa tulen ini.
Berangkat dari demokrasi Liberal yang dianut di Indonesia, disamping sisi negatif yang berakibat kepada kebebasan pergaulan yang kebablasan, primordialisme, disintegrasi bangsa, juga memiliki sisi positif bagi bangsa ini, dimana kita tetap bisa memberikan chek n balance dalam perannya di tengah masyarakat, terangnya di hadapan peserta raker.
Dikatakannya untuk bahwa antara demokrasi dan kesejahteraan harus berbanding lurus, sementara di Indonesia demokrasi masih lebih dominan mencuat ditengah masyarakat ketimbang kesejahteraan secara ekonomi. Makanya sampai saat ini kita masih bergantung secara ekonomi pada negara negara maju.
Lebih jauh Krispramono memaparkan lingkungan strategis bangsa kita secara global ditentukan oleh negara bipolar maupun multipolar. Artinya bahwa di dunia internasional yang dikenal dengan negara adi kuasa sebut saja Rusia dan Amerika sangat berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi kita, urainya. Di era Globalisasi hari ini, sangat berpengaruh terhadap persaingan diantara negara di Asia, khususnya Asia Tenggara. Kejahatan dimensi baru semakin bermunculan di Indonesia, dampaknya sangat negatif bagi masyarakat kita terutama generasi muda. Sebut saja tembakau gorilla yang sekarang lagi marak diberitakan di media tv maupun media cetak. Ini merupakan tugas kita bersama, ujar Sugiono.
Pihaknya dari kepolisian yang bertugas untuk mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat harus terus berupaya update dengan kondisi yang terjadi di negara Indonesia ini, termasuk dalam memberantas kejahatan dan kriminalitas maupun narkotika yang terjadi sekarang, mau tidak mau polisi harus lebih berkembang lagi perannya ditengah masyarakat. Seperti yang kerap didengung dengungkan oleh Kapolda Riau,” Saya akan sikat kejahatan terutama narkotika itu sampai ke akar-akarnya”, dan tidak ada toleransi, imbuhnya menegaskan.
Pada kegiatan raker tersebut ia berpesan dan menghimbau agar masyarakat terutama orang tua untuk selalu menjaga dan memantau anaknya. Khusus untuk guru, sebagai orangtua di sekolah diharapkan selalu bisa memberikan masukan dan motivasi terkait hal positif yang akan menjadi tindakan preventif terhadap pergaulan bebas. Saya pribadi juga sangat khawatir dan was was terangnya karena saya juga memiliki keluarga, punya anak, yang sudah remaja yang perlu pengawasan dan control dari saya sebagai orang tua mereka, ucapnya lirih. Untuk itu kita harus sepakat, untuk memerangi masalah narkotika ini, tekannya.
Terakhir, ia juga mengurai masalah nasionalisme yang wajib ditanamkan dalam pribadi kita masing masing sebagai warga negara yang taat dan patuh kepada pemimpin (ulil amri). Kita harus memiliki kebanggan sebagai warga Indonesia, hal ini penting dalam rangka menciptakan persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman suku, agama, ras, budaya,dan adat. (vera/ft:joni/ipad)