Riau (Inmas)- Rapat Kerja (Raker)
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang berlangsung sejak 26- 28
Februari 2019 secara resmi ditutup oleh Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H
Mahyudin MA, didampingi Ketua Pantia Penyelenggara Drs H Muliardi M Pd dengan
menghasilkan 3 mantra yang akan disingkronkan dengan semua program yang ada di
Satker/ Unit di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau tahun 2019.
Mahyudin menyebutkan, 3 mantra
tersebut adalah moderasi beragama, kebersamaan umat dan integrasi data. Hal tersebut
telah dijabarkan pada Raker Kanwil Kemenag Riau 2019 selama 3 hari dengan
diikuti oleh seluruh peserta Raker yang terdiri dari Kakankemenag dan Kasubag TU
Kabupaten/ Kota, Kepala Bidang, Pembimas, Kasubag, Kasi, dan kepala madrasah di
Riau.
Dari hasil penjabaran tersebut
telah dipahami oleh masing- masing peserta untuk disosialisasikan dan disingkronkan
dengan program- program yang ada, sehingga bisa dijabarkan ditengah- tengah
masyarakat.
“Alhamdulillah kita telah selesai
melaksanakan Raker Kanwil Kemenag Riau Tahun 2019 dengan tema Moderasi Beragama
untuk Kebersamaan Umat di Provinsi Riau dengan menghasilkan 3 mantra. Untuk itu
kita berharap peserta raker dapat menjabarkan dan mensosialisasikan ini ditempat
tugasnya masing- masing, termasuk mensingkronkannya dengan program yang ada,
sehingga bisa terlaksana ditengah- tengah masyarakat. Karena 3 mantra ini sudah
menjadi titik focus Menteri Agama pada tahun 2019,” ungkapnya. “Dan terimakasih
kepada peserta yang telah mengikuti raker ini dengan sebaik- baiknya, dan
terimakasih juga kepada panitia yang telah menjalankan tugas dan menjalankan
amanah dengan sebaik-baiknya sehingga pelaksanaan dengan baik,” tambahnya.
Ditambahkan Ketua Pantia
Penyelenggara Raker Drs H Muliardi M Pd, program Kemenag 2019 mulai dari
lingkup provinsi hingga Kabupaten/ Kota mengacu pada 3 dasar program prioritas,
yaitu moderasi beragama, kebersamaan umat dan integrasi data.
“Tahun ini ada dua minensi yang
harus dipahami oleh seluruh satker di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, yaitu
tahun politik dan kebersamaan umat. Bagaimana sebagai ASN memberikan pencerahan
dan menjaga kerukunan melalui moderasi agama,” jelasnya. “Terkait singkronisasi
data atau sadar data, seluruh perencanaan dan program yang akan dibuat harus
berdasarkan data. Untuk itu seluruh perencanaan yang ada di Kabupaten/ Kota untuk
menerapkan ini, sehingga 3 fokus kegiatan dapat dilaksanakan dengan maksimal,”
harapnya.
Pada akhir acara Raker Kanwil Kemenag Riau ditandai dengan pemberian penghargaan satker pelaksana anggaran terbaik, pengelola BMN terbaik tingkat Kabupaten/ Kota dan madrasah, pelaksana anggaran terbaik tingkat Kanwil, pelaksana anggaran terbaik tingkat madrasah. Inmas Award berupa Kankemenag Kabupaten/ Kota pemberitaan terbanyak tahun 2018 dan video kreatif madrasah tahun 2019. (mus/ana/belen/adi/anto/faj)
3 Mantra Kementerian Agama Provinsi Riau Tahun
2019
Moderasi Beragama
- Negara
hadir menanggapi kebutuhan public dalam bentuk program strategis
dengan memberikan kemudahan untuk mengakses pelayanan-pelayanan di
Kementerian Agama dan Respon dengan cepat (jemput bola) terkait dengan
isu-isu keagamaan di masyarakat.
- Menjadikan
Moderasi Beragama sebagai ruh dalam setiap program bagi umat seperti
mengptimalkan peran dosen, guru, penyuluh agama, pengawas pendidikan dan
penghulu dalam mendukung moderasi beragama, mendorong peran serta ASN
Kemenag dalam mengkampanyekan moderasi beragama pada masyarakat.
- Meningkatkan
komunikasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan
masyarakat dan instansi pemerintahan, dan mengoptimalkan pemanfaatan
sumberdaya organisasi, pegawai dan anggaran dalam mewujudkan moderasi
beragama.
Tahun Kebersamaan atau
kebersamaan umat
- Kebersamaan
internal dengan melakukan sinergikan pelaksanaan program antar unit,
dan Sinergikan penggunaan sumberdaya anggaran, manusia, sarana dan
prasarana, teknologi, data dan informasi.
- Kebersaman
eksternal dengan melaksanakan program yang berdampak langsung bagi umat
secara berkeadilan, dan orientasikan hasil yang dapat dimanfaatkan
oleh umat secara inklusif.
Tahun sadar data atau integrasi data
- Dengan
manajemen big data (integrasi, sinergi, koneksitas dan kemasan) dengan membenahi
kebijakan dan regulasi pengelolaan data, meningkatkan kapasitas SDM
pengelola data
- Melengkapai
infrastruktur data, memanfaatkan data dan informasi sebagai dasar
perencanaan dan pelaksanaan program, memperbaharui data seiring dengan
pelaksanaan program dan melakukan pengolahan data sebagai dasar evaluasi
kinerja yang terukur.
Output dari tiga program prioritas tersebut:
- Terlahir sadar kerja dimana program disusun hanya
untuk mendukung kinerja
- Berorientasi pada peningkatan layanan publik dan
berdampak pada masyarakat
- Kikis program yang tidak relevan dan tidak
berorientasi kinerja
- Sampaikan setiap capaian kinerja kepada publik
sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran Negara