0 menit baca 0 %

Rajutlah Kasih Sayang

Ringkasan: Bengkalis – (Humas) Apa tanda bukti cinta dan sayang kepada Allah Swt? Pertama, menaati semua perintah-Nya dan Rasul-Nya. Kedua, mencintai semua manusia tanpa pandang bulu, baik agamanya, suku-bangsanya maupun warna kulitnya. Ketiga, mencintai seluruh alam semesta.
Bengkalis – (Humas) Apa tanda bukti cinta dan sayang kepada Allah Swt? Pertama, menaati semua perintah-Nya dan Rasul-Nya. Kedua, mencintai semua manusia tanpa pandang bulu, baik agamanya, suku-bangsanya maupun warna kulitnya. Ketiga, mencintai seluruh alam semesta. Jika orang sudah mampu melakukan semua itu dengan sempurna, maka ia sudah boleh menyandang predikat insan kamil. Insan kamil itu adalah orang yang akan selamat di dunia dan akhirat. Kelak, Allah Swt. menerimanya dengan tangan terbuka. Hal itu disampaikan Drs, H Tarmizi Tohor, MA, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau saat menyampaikan khutbah Jumat di depan lima ratusan jemaah mesjid Istiqomah, Kabupaten Bengkalis, 7/12. Menurut Tarmizi, menaati Allah Swt. itu berupa melaksanakan semua perintah-Nya dan Rasul-Nya Muhammad Saw. dan meninggalkan larangan-Nya dan Rasul-Nya dengan sedaya upaya. Sedangkan bukti cinta kepada manusia itu, berupa memberi santunan dan memperhatikan keadaan mereka. “Merasakan duka-lara mereka dengan cara membantu mereka, baik melalui santunan pendidikan, dana kesehatan dan lain sebagainya,” kata Tarmizi. “Sedangkan mencintai makhluk itu dapat berupa menghargai keberadaan mereka. Hutan jangan ditebang sembarangan, laut jangan dicemari sesuka hati. Binatang-binatang mendapat perhatian. Semua ini sudah dicontohkan Rasulullah Saw. Sang panutan kaum muslimin. Sehingga Rasulullah Saw. itu pantas disebut rahmatan lil alamin.” lanjut putra Kepulauan Meranti itu bersemangat. “Oleh karena Nabi Muhammad Saw. itu panutan dan teladan kita, maka sepantasnyalah seluruh prilakunya kita ikuti,” tegas Tarmizi. “Rajutlah kasih sayang dengan Allah Swt, dengan Rasul-Nya dan dengan seluruh makhluk hidup agar kita selamat mengarungi gelombang hidup ini dan selamat pula dari huru-hara akhirat yang tak terkira,” tutup Tarmizi. (ghp/griven)