0 menit baca 0 %

Radikalisme, Anti Pancasila dan Narkoba Mengancam, Kemenag Lakukan Penguatan pada Siswa Madrasah

Ringkasan: Riau (Inmas)- Tiga persoalan besar yang sangat meresahkan negara saat ini yaitu paham radikalisme, anti pancasila dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, semua pihak khususnya siswa madrasah harus bisa mengambil peran dalam pencegahan tiga persoalan tersebut.Hal tersebut ditegaskan Plt Kakanwil Kemen...

Riau (Inmas)- Tiga persoalan besar yang sangat meresahkan negara saat ini yaitu paham radikalisme, anti pancasila dan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu, semua pihak khususnya siswa madrasah harus bisa mengambil peran dalam pencegahan tiga persoalan tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Plt Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyudin MA didampingi Kasi Kurikulum dan Evaluasi Penmad Kanwil Kemenag Riau, H Rahmat Suhadi, S HI M Pd ,  Kamis (15/11/2018) usai membuka Seminar Pencegahan Paham Radikalisme, Anti Pancasila dan Penyalahgunaan Narkoba pada Siswa Madrasah Aliyah Tahun 2018 di Hotel Alpha Pekanbaru.

Menurutnya, siswa madrasah Aliyah sederajat merupakan sasaran yang sangat rawan disusupi paham radikalisme, anti pancasila dan narkoba. Untuk itu perlu dilakukan penguatan- penguatan pada siswa madrasah dengan memberikan pemahaman lebih jauh tentang tiga permasalahan tersebut.

“Terimakasih kepada Bidang Penmad yang telah menggelar Seminar untuk siswa siswi madrasah yang ada di Pekanbaru. Semoga dengan kegiatan ini siswa siswi kita akan terhindar dari permasalahan yang kita khawatirkan ini, dan apa yang didapatkan disini nanti dapat diteruskan kepada kawan- kawan di madrasah, sehingga baik paham radikalisme, anti pancasila dan narkoba bisa kita cegah semaksimal mungkin dari kehidupan generasi bangsa,” harapnya.

Kabid Pendidikan Madrasah yang diwakili oleh Kasi Kurikulum dan Evaluasi Penmad Kanwil Kemenag Riau, H Rahmat Suhadi, S HI M Pd mengatakan, kegiatan semininar diikuti 40 orang peserta yang merupakan utusan dari 14 MA yang ada di Pekanbaru.

“Peserta kita dari Madrasah Aliyah yang ada di Pekanbaru dengan 3 orang per madrasah. Sementara narasumber kita datangkan dari Forum Korditaror Pencegahan Terorisme (FKPT), Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Riau dan dari Kanwil Kemenag Riau dengan tujuan memberikan pemahaman lebih jauh tentang tiga permasalahan tadi kepada siswa siswi madrasah kita, sehingga selain pencegah masuknya  Paham Radikalisme, Anti Pancasila dan Penyalahgunaan Narkoba pada Siswa Madrasah kita mereka juga bisa memberikan warna baru bagi sekolah dengan ikut mensosialisasikan fenomena ini di lingkungan sekolahnya masing- masing,” ungkapnya. (mus/dedi/ana/faj)