Indragiri Hulu,(Inmas). Anak-anak merupakan mutiara bagi bangsa untuk menjadi penerus masa depan bangsa. Oleh karena nya mutiara tersebut haruslah dirawat, dijaga, dan diasah agar keindahan yang ada pada mutiara tersebut bersinar menerangi perjalanan daripada penerus bangsa tersebut.
Memberikan pendidikan yang baik bagi anak pada usia dini salah satunya melalui lembaga pendidikan Raudhatul Athfal. Raudathul Athfal atau yang biasa disingkat RA mungkin pada sebahagian masyarakat tidak merasa asing lagi dengan istilah tersebut. Akan tetapi tidak semua orang tahu apa itu RA (Raudathul Athfal). Raudhatul Athfal yang selanjutnya disingkat RA adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam).
RA (Raudhatul Athfal), diambil dari istilah bahasa Arab. Raudhah artinya taman, sedangkan Athfal artinya kanak-kanak. RA setara dengan taman kanak-kanak (TK), di mana kurikulumnya ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. RA dikelola secara profesional oleh guru-guru RA dalam wadah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal). RA berada dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui SK Menteri Agama.
Selain materi umum, RA memperkenalkan pula dasar-dasar ajaran agama Islam kepada anak didiknya sebagai upaya pembentukan karakter serta kepribadian yang sesuai dengan syari’at Islam.
Terkait dengan pendidikan/pengetahuan tentang Islam, pada Kamis 14 November 2019 RA Raudhatul Ulum yang terletak di jalan Nusa Indah Kaplingan Candirejo Air Molek Kecamatan Pasir Penyu melaksanakan Manasik Haji Cilik yang diikuti 144 peserta/anak didiknya.
Herni, S.Pd.AUD selaku kepala RA Raudhatul Ulum menjelaskan, dalam praktik manasik haji anak-anak diajarkan mengenakan pakaian ihram, praktik thawaf (mengelilingi) miniatur ka’bah, prosesi melontar jumroh, dan kegiatan lainnya sebagaimana layaknya manasik haji bagi jemaah calon haji.
Tujuan dari manasik haji cilik ini adalah untuk memperkenalkan rukun Islam yang kelima serta menanamkan rangsangan/keinginan dalam diri peserta didik untuk melaksanakan ibadah haji di masa yang akan datang.
Bahagia tak terhingga melihat peserta didik antusias mengikuti manasik haji cilik tersebut. Menjadi harapan keluarga besar RA Raudhatul Ulum dengan para orang tua peserta didik, praktik manasik haji cilik yang dilaksanakan hari ini akan menjadi suatu kenyataan pada masa yang akan datang, tambahnya.(tulang)
RA RAUDHATUL ULUM GELAR MANASIK HAJI CILIK
Ringkasan:
Indragiri Hulu,(Inmas). Anak-anak merupakan mutiara bagi bangsa untuk menjadi penerus masa depan bangsa. Oleh karena nya mutiara tersebut haruslah dirawat, dijaga, dan diasah agar keindahan yang ada pada mutiara tersebut bersinar menerangi perjalanan daripada penerus bangsa tersebut.