Batam (Humas) - Walau penutupan MTQ Nasional XXV di batam Center Kepulauan Riau ditutup malam ini, Jumat (13/6) tapi peraih juara umum sudah hampir bisa dipastikan. 29 finalis dari Kepulauan Riau bakal mengantarkan mereka meraih juara umum pada helat MTQ Nasional tahun ini.
Mahadi, sebagai ketua kafilah MTQ Provinsi Kepulauan Riau mengutarakan bahwa capaian Provinsi Kepulauan Riau ini bukan didapat dengan mudah dan begitu saja. Hampir dua tahun Provinsi Kepulauan Riau mempersiapkan kafilah agar meraih hasil maksimal ini. Dan Quran Center menjadi tulang punggung bagi capaian prestasi tersebut.
“Kita punya Quran Center Provinsi Kepulauan Riau. Di tempat inilah kita membina anak-anak. Dan kita sudah dua tahun mempersiapkan anak-anak kita menghadapi MTQ Nasional ke-25 ini. Di samping itu, setelah anak-anak ini kita bina secara intensif, lalu kemampuan mereka kita uji lagi melalui program try out, bahkan sampai ke Malaysia. Itu kita lakukan untuk terus menguji kemampuan mereka,” kata Mahadi, Ketua Kafilah Provinsi Kepulauan Riau usai rapat dewan hakim MTQ Nasional di hotel Harmoni One, Batam, Jumat (6/3).
Selain persiapan yang maksimal itu, capaian prestasi ini juga disebabkan dukungan dan dorongan yang besar dari Pemerintah Kepulauan Riau, terutama Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau.
“Kalau pembinaan yang intensif itu tanpa dukungan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur, kita akan sulit juga melaksanakannya secara maksimal. Selain itu, ini juga karena adanya kerjasama, persaudaran dan kebersamaan antara semua pihak di Kepulauan Riau ini, baik dari unsur Pemerintahan Provinsi, Quran Center, LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau. Tapi yang menjadi leading sector pembinaan ini adalah Quran Center,” lanjut Mahadi.
Menurut Mahadi, qari-qariah ini direkrut dari daerah-daerah di seluruh Provinsi Kepulauan Riau sendiri. Hal itu dilakukan oleh Quran Center melalui program “cungkil bakat”.
“Quran Center ini punya program cungkil bakat. Mereka turun ke daerah-daerah mencari potensi anak-anak yang punya kemampuan. Yang punya bakat lalu diseleksi, dididik, dibina dan dilatih di Quran Center ini. Salah-satunya seperti Aidil Izzah dari Pulau Penarah di dekat Tanjung Balai Karimun,” lanjut Mahadi. (ghp)