0 menit baca 0 %

PW Matlhla’ul Anwar Sinergi Program ke Kemenag Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas)- Pengurus Wilayah (PW) Provinsi Riau Matlha’un Anwar Priode 2013- 2018 bersilaturrahim sekaligus melakukan sinergi program dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dalam hal dakwa dan pendidikan. Kedatangan PW Matlha’un Anwar, Senin (10/4/2017) disambut oleh Kakanw...

Pekanbaru (Inmas)- Pengurus Wilayah (PW) Provinsi Riau Matlha’un Anwar Priode 2013- 2018 bersilaturrahim sekaligus melakukan sinergi program dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dalam hal dakwa dan pendidikan.

Kedatangan PW Matlha’un Anwar, Senin (10/4/2017) disambut oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Drs H Ahmad Supardi MA didampingi Kabid Penaiszawa Kemenag Riau HM Saman S Sos M Si di Aula Kakanwil Kemenag Riau Lantai I.

Dalam pemaparan Sekretaris Pengurus Wilayah Matlha’un Anwar Provinsi, H Bambang L Hakim ST M Kom menuturkan, organisasi Matlha’un Anwar focus pada kegiatan dakwah dan pendidikan, khususnya di daerah- daerah pelosok. Untuk itu, perlu ada sinergitas program dengan Kementerian Agama yang juga memiliki visi yang sama dalam pembangunan keagamaan.

"Matlha’un Anwar selama ini memang agak fakum, namun kedepan kita akan berupaya bangkit dengan kegiatan- kegiatan yang bermanfaat pada umat. Salah satunya dalam waktu dekat yaitu 6-7 Mei 2017 kita akan mengadakan Rakerwil Pengurus Wilayah Matlha’un Anwar, dan kami sangat berharap Kakanwil dapat ikut serta dalam kegiatan ini," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Supardi sangat mendukung langkah- langkah yang diambil oleh pengurus Matlha’un Anwar dalam rangka pembangunan disektor dakwah dan pendirikan, hal tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

"Setahu saya organisasi Matlha’un Anwar ini dahulunya punya peran yang sangat besar di Indonesia dan sangat dekat dengan Islam, namun sekitar 10 tahun belakangan kiprahnya agak meredup, khususnya di Provinsi Riau. Dengan hadirnya kembali organisasi ini, tentu kita sangat mendukung hal ini, bersama- sama membangun pendidikan dan keagamaan, khususnya di daerah pelosok," jelasnya.

Menurutnya, kiprah Matlha’un Anwar dangat dibutuhkan untuk mengelola dua lahan yang sangat besar yaitu dakwah dan pendidikan. Hal tersebut perlu difokuskan pada daerah- daerah terpencil, karena jika di daerah kota, maka pembangunan sector tersebut tidak akan merata, karena perkotaan sudah banyak digarap oleh berbagai pihak.

"Kalau kita bisa menggarap yang didaerah- daerah pelosok tentu akan menjadi langkah yang sangat besar bagi Matlha’un Anwar, bersama dengan Kementerian Agama. Untuk di daerah- daerah kita sudah menempatkan penyuluh agama, ini tentu bisa kita “keroyok” bersama untuk pendidikan dan dakwah," tegasnya.

Diakhir pertemuan, Ahmad Supardi berharap, agar Matlha’un Anwar juga membuat gebrakan dengan merintis Sekolah Matlha’un Anwar di Riau dengan bekerjasama dengan Kemenag dalam hal administrative. “Di daerah Jawa ini sudah ada, tinggal kita di Riau juga harus bisa membuat gebrakan ini,” usulnya. (mus/jon)