0 menit baca 0 %

PW BKMT Provinsi Riau Gelar Wirid, Kakanwil Beri Tausiyah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) –PW BKMT Provinsi Riau menggelar wirid bulanan di Majis Annur, wirid bulanan tersebut merupakan salah satu program kerja bidang dakwah yang diselenggarakan setiap bulannya. Kedatangan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA di Masjid Agung Annur pada Selasa (24/01) sore, ada...

Pekanbaru (Inmas) –PW BKMT Provinsi Riau menggelar wirid bulanan di Majis Annur, wirid bulanan tersebut merupakan salah satu program kerja bidang dakwah yang diselenggarakan setiap bulannya. Kedatangan Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA di Masjid Agung Annur pada Selasa (24/01) sore, adalah untuk memenuhi undangan majelis  taklim  PW BKMT Provinsi Riau untuk memberikan tausiyah pada kegiatan tersebut . H Ahmad Supardi MA tiba di Masjid sekitar Pukul  1.30 WIB, disambut hangat jamaah yang sebagian sudah menunggu kedatangannya. Sejumlah pengurus termasuk Ketua PW BKMT H Roslaini Ismail Suko yang diwakili oleh Ketua Bidang Dakwah DR Hj Daharmi Astuti Lc MA tampak hadir pada acara tersebut.

Ketua PW BKMT DR Hj Daharmi Astuti Lc MA menuturkan wirid bulan ini merupakan upaya pengikat silaturrahmi antar jamaah majlis taklim yang di Provinsi Riau. “ Dengan dilaksanakannya wirid bulanan ini diharapkan ibu ibu majlis taklim dapat menambah wawasan ilmu keagamaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,  sehingga bisa terbentengi dari pengaruh pengaruh negatif di tengah perkembangan arus globalisasi dan media sosial yang berkembang pesat hari ini.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA mengapresiasi gelaran wirid bulanan yang rutin dilaksanakan oleh PW BKMT Provinsi Riau. Dalam tausiyahnya, ia memaparkan terkait fenomena pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia. Menurutnya ilmu sangat penting, karena dengan ilmu manusia mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya, mampu menempatkan sesuatu dengan porsinya, dengan ilmu kita akan bijak memperuntukkan sesuatu pada manfaatnya.  “Hari ini, jika kita tidak bijaksana dan berhati hati, dalam menggunakan teknologi dan media sosial maupun gadget yang super canggih, maka akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan kita. Dibuktikan dengan interaksi antar manusia dan keluarga akan semakin berkurang, manusia pun menjadi makhluk yang individual,” terangnya. Hal ini menurutnya dapat menghilangkan kedekatan emosional, interaksi yang terbentuk hanya dilakukan dengan melalui percakapan elektronik. Dan diantara akibat dari semua itu semakin tingginya pergaulan bebas dan pemakaian narkoba di lingkungan generasi kita, bahkan angka perceraian yang terjadi di Riau saat ini semakin tinggi mencapai 30 persen, sebutnya mencontohkan.

Lebih dalam pria yang akrab disapa Ahmad ini mengingatkan, paling tidak ada beberapa resep pegangan dalam hidup yang harus kita amalkan dalam keseharian, Menurutnya cukup dengan memahami dan menghayati lima pertanyaan apa dan tiga pertanyaan siapa. Diuraikannya lima pertanyaan apa?. Pertama,  apa tujuan hidup? artinya kita memahami untuk apa dan kemana arah kita hidup. Kedua, apa peranan hidup? dengan memahami fungsi sebagai insan maka kita akan memahami peran kita dalam hidup. Ketiga, apa tugas hidup? artinya mengerti dan mengahayati dengan hati tugas kita sebagai hamba Allah . Keempat, apa pedoman hidup? Artinya meyakini bahwa pegangan hidup kita seumur hidup didunia adalah Alquran dan Hadist rasulullah. Kelima, Apa bekal hidup? artinya kita harus berbekal dengan iman, ilmu dan amal yang berakhir pada sebuah ketaqwaan, urainya penuh penekanan. 

Dengan penuh semangat Ahmad supardi ini juga menyinggung masalah ibadah sholat, dalam tausiyahnya. Menurutnya sholat merupakan solusi bagi berbagai masaslah yang dihadapi seseorang, namun sayang tidak banyak orang yang memahami hal ini. Kebanyakan orang menganggap sholat sebagai beban dan kewajiban kepada Allah yang harus dipenuhi. Masih banyak diantara umat Islam yang mengerjakan sholat dengan perasaan terpaksa dan terburu-buru. Sehingga sholat yang dilakukan sia-sia, ungkapnya lirih.

Terakhir beliau mengajak semua pihak untuk membangun semangat generasi muda, para orang tua agar peduli dengan agama, agar mau menghadiri majelis ilmu dan menyuarakan syiar Islam dimanapun berada. Hal ini supaya generasi Islam menjadi generasi kuat yang mampu membangun Islam supaya menjadi Rahmatan Lil’alamin. “Bersemangatlah dan semarakkan pengajian ini dan pengajian berikutnya, jangan sampai berkurang, minimal istiqamah, pesannya. Untuk mengimbangi kemajuan teknologi mari kita perkuat keluarga kita dengan pegangan hidup yang sesuai dengan Alquran dan Sunnah, insyaallah kita akan bangkit kembali seperti jayanya umat Islam pada masa terdahulu, tekannya lagi.(vera/ft.Faj)