0 menit baca 0 %

Pusbindiklat Teknis pendidikan dan keagamaan Kemenag RI Taja DDWK di Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Riau (Inmas) - Pusbindiklat Teknis pendidikan dan keagamaan Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Diklat Di Wilayah Kerja  (DDWK). Untuk kali ini dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.Diklat yang diberi nama Diklat Teknis Substantif Publikasi ilmiah bagi Gu...

Riau (Inmas) - Pusbindiklat Teknis pendidikan dan keagamaan Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Diklat Di Wilayah Kerja  (DDWK). Untuk kali ini dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Diklat yang diberi nama Diklat Teknis Substantif Publikasi ilmiah bagi Guru Angkatan ke IX di Wilayah Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau ini dilaksanakan diaula Kanwil Kemenag Riau pada tanggal 10 – 15 September 2018.

Dalam sambutan Kasubbag Pusbindiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag RI Wawan Ridwan, M.Pd mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru khusus terkait dengan karya tulis ilmiah, kegiatan ini diikuti oleh 40 orang dengan sasaran kedepan untuk syarat naik pangkat. Diklat ini akan meningkatkan kompetensi terpenuhinya persyaratan lain sehingga PNS ini menjadi lebih paripurn dan, bermartabat.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa Kegiatan Diklat ini sangat penting terutama sekali bagi guru-guru. Guru-guru sulit untuk naik pangkat karena tidak memiliki Karya Tulis ilmiah. Dalam Diklat ini peserta akan dibimbing dalam pembuatan karya tulis Ilmiah dan akan diseminarkan secara bersama-sama. Kedepan, Karya tulis ilmiah ini hendaknya jangan hanya untuk para guru akan tetapi juga terhadap jabatan fungsioanl tertentu lainnya.

Dilain hal Kabid Madrasah H. Asmuni mengharapkan dengan adanya diklat karya tulis ilmiah ini, para guru dapat menghayati, memahami, melaksanakan dan dapat mewujudkan karya ilmiahnya dalam rangka kenaikan pangkat. Sulitnya para guru dalam membuat KTI dikarenakan karena banyaknya beban kerja yang dilaksanakan oleh guru sehingga para guru yang melakukan PTK untuk menghasilkan karya ilmiah akan menyita waktu, dan juga adanya kebiasannya guru yang belum maksimal dalam pembuatan KTI.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Pusbindiklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag RI kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan berfoto Bersama. (ana/faj)