0 menit baca 0 %

Puncak HSN, Pondok Pesantren di Riau Dapat Bantuan 60 Ribu Bibit Tanaman dan 30 Ribu Bibit Ikan Lele

Ringkasan: Riau (Inmas)- Puncak Hari Santri Nasional (HSN) Provinsi Riau yang dipusatkan di Gelenggang Remaja Jalan Sudirman Pekanbaru, Ahad (22/10/2017) diwarnai dengan penyerahan secara simbolis 60 ribu bibit tanaman dan 30 ribu bibit ikan dari Gubernur Riau kepada Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) un...

Riau (Inmas)- Puncak Hari Santri Nasional (HSN) Provinsi Riau yang dipusatkan di Gelenggang Remaja Jalan Sudirman Pekanbaru, Ahad (22/10/2017) diwarnai dengan penyerahan secara simbolis 60 ribu bibit tanaman dan 30 ribu bibit ikan dari Gubernur Riau kepada Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) untuk diteruskan ke seluruh Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Riau.

Selain itu, puncak HSN Provinsi Riau yang ke 3 juga diwarnai dengan berbagai antraksi keagamaan, mulai penampilan nasyid, grup shalawat, pembacaan ayat suci Al- Qur’an, Pembacaan ikrar santri, pembacaan Resolusi Jihad, Pencak Silat, Drum Band dan dihadiri sekitar 4 ribu santri dari 221 Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Riau.

Hadir dalam Puncak HSN Provinsi Riau, Gubernur Riau Arsyad Juliandirachman, Kakanwil Kemenag Riau yang diwakili Oleh Kasi Pondok Pesantren Dr HM Fakhri MA, FKPP Riau Prof Dr Ahmad Mujahidin MA, Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Edy Afrizal Natar Nasution, Kakankemenag,  para kiyai, uztad dan uztadzah.

Gubernur Riau Arsyad Juliandirachman dalam sambutannya menyebutkan, peran santri mulai dari merebut kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan saat ini tidak dapat dipungkiri. Bahkan alumni santri telah menduduki berbagai sektor lini kegiatan, maulai dari legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta dan sebagainya. Bukan hanya berkiprah di skala nasional tapi juga Internasional.

“Provinsi Riau sendiri saat ini sangat butuh SDM yang handal dari Pondok Pesantren, bukan hanya intelektual tetapi dibentengi dengan akhlak dan pengetahuan agama. Untuk itu, bagaimana santri dan santriwati kita dipersiapkan untuk mengisi pembangunan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Yang perlu di kembangkan, kata Gubri, adalah ekonomi syaraiah. Dimana sekitar 6.000 lulusan pondok pesantren di Riau dituntut untuk dapat mengembangkan sektor yang masih belum tegali tersebut.

FKPP Riau Prof Dr Ahmad Mujahidin MA, dalam sambutannya juga  menyebutkan, bahwa peran santri di Indonesia sangat besar dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Sehingga, tidak salah jika presiden akhirnya menganugerahkan tanggal 22 Oktober yang bertepatan dengan Resolusi Jihad juga sebagai Hari Santri Nasional.

Kasi Pondok Pesantren, Dr HM Fakhri M Ag, usai acara puncak HSN mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada  pihak yang telah turut serta mensukseskan pelaksanaan puncak HSN ke 3 di Provinsi Riau. Khususnya kepada pondok pesantren dengan dana swadaya sendiri dapat hadir untuk mensukseskan Apel Akbar HSN di Riau.

“Ini merupakan Follow Up dari himbauan Kemenag RI dan Putusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional. Dan Gubernur memberikan perhatian yang cukup besar dengan pondok pesantren, dengan memberikan bantuan bibit ikan dan tanaman. Dan kedepan kita berharap pondok dapat memberikan kontribusi produktif untuk pembangunan bangsa, khususnya di Provinsi Riau,” harapnya. (mus/jon)