Riau (Inmas)- Puncak Hari Santri Nasional (HSN) Provinsi Riau akan dipusatkan di Gelenggang Remaja Pekanbaru pada Ahad 22 Oktober 2017 dengan dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Gubernur Riau, Kakanwil Kemenag Riau dan 4.000 santri dari Pondok Pesantren se Provinsi Riau dengan tema Wajah Pesantren, Wajah Indonesia.
Hal tersebut diinformasikan oleh Kabid Pakis, H Fairus MA melalui Kasi Pondok Pesantren, Dr HM Fakhri M Ag, Jumat (20/10/2017) di Kantornya.
Menurutnya, tanggal 22 Oktober semenjak tahun 2015 telah ditetapkan oleh Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional (Nasional Student Day atau Nasional Day of Santri) untuk memperingati peran besar kaum ulama dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penjajah yang bertepatan dengan Resolusi Jihad.
“Kementrian Agama Pusat khususnya Direktur Pondok Pesantren telah mengeluarkan surat edaran agar kemudian seluruh Kementerian Agama Provinsi dan Kabupaten/ Kota terlibat dalam merayakan Hari Santri Nasional. Untuk tingkat pusat pada 21 Oktober 2017 di Kota Semarang dihadiri presiden. Dari Provinsi Riau akan dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dan Kabid Pakis H Fairus MA. Sedangkan untuk Provinsi Kabupaten/ Kota itu dianjurkan untuk melaksanakan pada tanggal 20, 22, atau 23 Oktober,” ungkapnya.
Khusus di Provinsi Riau melalui Kementrian Agama akan mengadakan acara peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2017 di Glanggang Remaja. InsyaAllah akan dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Gubernur Riau dan pejabat lainnya.
“Sempena dengan ini, kita sudah mendapatkan konfirmasi dari seluruh pondok pesantren yang ada di Provinsi Riau perwakilan mereka akan hadir seluruhnya dan salut melalui FKPP (Forum Koordinasi Pondok Pesantren) Provinsi Riau mereka sangat antusias sekalipun mengeluarkan dana sendiri untuk memeriahkan acara ini,” jelasnya.
Diperkirakan akan hadir santri dari 12 Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau, perkiraan 4.000 santri akan memadati Gelanggaran Ramaja. Kegiatan akan berlangsung dari pukul 08.00- 12.00 WIB. Bakda dzuhur nantik akan dilanjutkan dengan yang saresehan yang sponsori oleh Bank Indonesia (BI).
BI bersama seluruh Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Riau akan mengadakan briefing bagaimana anak pesantren kedepan mandiri secara ekonomi, berupa materi materi singkat tentang pemanfaatan potensi ekonomi yang ada saat ini.
“Melalui Hari Santri ini berdasarkan arahan dari Gubernur insyaAllah dan Dinas Pertanian nanti secara simbolis akan diserahkan bantuan berupa bibit tanaman untuk pesantren-pesantren yang ada di Provinsi Riau. Bibit-bibit tanaman yang bisa menopang ekonimi dari masyarakat, bisa yang berbentuk umur pendek seperti cabe, jagung dan sebagainya dan dalam bentuk tanaman-tanaman buah yang umurnya cukup panjang seperti yang kalengkeng, dan lainnya. Termasuk penyerahan bibin ikan dari Dinas Peternakan,” terang Fakhri.
Untuk itu ia berharap, dengan kegiatan tersebut diharapkan bisa gugahan pesantren bahwa pemerintah senantiasa memperhatikan perhatian pada pesantren, khususnya Kementerian Agama dengan program Indonesia Pintar.
“Kita ada program Indonesia Pintar untuk santri-santri bye name bye address itu mendapat bantuan untuk pembiayaan sekolahnya dipesantren. Kemudian bantuan BOS yang langsung diberikan kepada pesantren untuk kegiatan oprasional pesantren. Kita berharap sesuai dengan tema Wajah Pesantren Wajah Indonesia, menggugah masyarakat umumnya bahwa sesungguhnya keberadaan pesantren itu seakan wajah Indonesia. Dari pesantrenlah munculnya perjuangan pergerakan pendidikan Negara Indonesia yang mewujudkan bangsa dan Negara yang berperadaban dan memiliki akhlak mulia. Dengan adanya hari santri nasional ini kedepan berharap santri lebih eksis dalam membangun bangsa dan Negara, kemudian dalam pembangunan karakter anak didik bangsa Indonesia,” harapnya. (mus/vivi)