0 menit baca 0 %

Puluhan Wanita Hamil Ikut Test SKD CPNS Kemenag Riau, 1 Diantaranya Ibu Hamil Dari Bekasi

Ringkasan: Riau (Inmas) PNS telah menjadi pekerjaan yang diimpikan banyak orang di Indonesia. Kerja kantoran, gaji pokok dengan tunjangan yang cukup ok tanpa harus  khawatir di PHK layaknya perusahaan swasta, menjadikan PNS ini menjadi buruan  dari tahun ke tahun.

Riau (Inmas) – PNS telah menjadi pekerjaan yang diimpikan banyak orang di Indonesia. Kerja kantoran, gaji pokok dengan tunjangan yang cukup ok tanpa harus  khawatir di PHK layaknya perusahaan swasta, menjadikan PNS ini menjadi buruan  dari tahun ke tahun. Ada perjuangan berliku untuk bisa menjadi abdi negara. Buktinya pelamar CPNS Kemenag Riau saja,, menembus angka 4 ribuan tahun ini. 

Tingginya animo masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Riau untuk menggapai mimpi sejahtera sebagai pegawai negara meninggalkan beragam cerita.

Tak terkecuali ibu hamil, maupun ibu ibu yang baru saja selesai lahiran, mewarnai pemandangan pelaksanaan jelang Test. Saat ini  pelaksanaan tahap I Test SKD berbasis CAT sedang berlangsung. Berbagai perjuangan pelamar CPNS 2018 dilakukan agar bisa mengikuti serangkaian Test. 

Ada beragam kisah unik datang dari para pelamar CPNS Kemenag Riau. Ada pelamar CPNS yang bela belain jauh datang dari kampungnya ke Pekanbaru, ada yang diantar suami, ada pelamar yang diantar orangtuanya  abhkan ada peserta yang membawa anak anak  dititipkan dengan keluarga  yang turut mengantar. Bahkan ada seorang ibu hamil tua tetap bersemangat hanya untuk bisa memanfaatkan peluang Test CPNS tahun ini.

Salah seorang peserta yang sempat berbincang dengan tim Inmas adalah seorang ibu hamil tua bernama Rokaiyah  yang hanya menghitung hari saja untuk proses lahiran, tampak bersemangat dengan jalan tertatih memasuki ruangan pemeriksaan sebelum test tahap ke II jam 12.30 nanti siang. Alumni UIR Pendidikan Bahasa Indonesia ini merupakan tenaga pendidik honorer di MAN I Pekanbaru. Ia mengaku apresiatif terhadap kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan  ujian SKD berbasis CAT. “Yang penting itu mau belajar untuk mengatasi kesulitan soal soal ujian ini, bahkan ujian CAT ini menghilangkan kemungkinan peserta berbuat curang dalam menjawab soal soal”, ucap wanita bernama Annisa tersebut.,  

Cerita lain ga kalah mengharukan dan membuat salut, seorang pelamar berrnama Mar'atun Sholihah ini mengaku datang jauh jauh dari Bekasi ke Riau untuk memperjuangkan nasib dan masa depan yang lebih baik. Menurut wanita 27 tahun ini peluangyang ada harus dimanfaatkan. “Ketika kita berbicara peluang pelamar harus bisa membaca trik untuk kursi atau formasi yang ingin didapat. “Biologi Ahli pertama itu lebih sedikit pelamarnya ketimbang Jawa Barat dan DKI Jakarta, jadi saya memutuskan untuk ikut test di Riau saja”, ujarnya berkisah. Sebelumnya sempat memilih tiga destinasi untuk test ini, saya sempat ingin ikut test di Aceh dan Bali, tapi entah kenapa saya lebih kuat ke Riau", tandasnya.

Alumni UIN Gunung Jati Bandung ini mengaku meskipun ia tengah menjalani kehamilan perdana, tapi ga menyurutkan niat dan cita citanya  menjadi pelayan negara ini. “Di Jabar sudah begitu banyak pelamar ketimbang daerah lain, sementara di Riau untuk formasi yang saya pilih dari kursi yang bisa dilihat secara online hanya 37 di awal awal pendaftaran”, ujarnya. “Sharing dengan suami, minta rekomendasi dari dokter, jadilah saya terbang ke Riau menggapai mimpi ini”, terangnya kepada Tim Inmas. “Tadinya yang dikhawatirkan pramugari di pesawat bakalan bisa melahirkan di pesawat apa gimana gitu, tapi saya justru merasakan bayinya didalam koq kata kegirangan dibawa terbang ceritanya”, sambil tertawa. “Kesan saya di Riau sangat panas buk,wah panas banget katanya.(vera)