Batam (Inmas) -Seorang jamaah haji Provinsi Riau Syahyunan Bin Amat Sulai (64 tahun) harus dirawat sejak mendarat di Bandara Hang Nadim Batam Senin (19/08) malam ba'da Isya.
Jemaah terpaksa harus legowo dan menerima saran para tim kesehatan agar tidak langsung terbang ke Pekanbaru dengan para jemaah lainnya pada hari yang sama.
Selama di Batam setelah sempat menjalani perawatan medis di rumah Sakit Otorita Batam. Kini kondisi jemaah mulai membaik.
Dihubungi terpisah, Dokter Aulia TKHI BTH 03 mengatakan, jemaah yang tergabung pada kloter BTH 03 itu sakit sejak di Tanah Suci. "Dalam perjalanan pulang, di dalam pesawat kondisinya cukup stabil hingga mendarat di Batam", jelasnya Rabu (21/08).
Namun karena penyakitnya mudah hilang dan kambuh lagi, pihaknya mengaku mengawal terus. Begitu mendarat di Batam, kambuh lagi karena itu tidak bisa langsung diangkut ke Pekanbaru bersama jemaah lain, sebutnya.
Ia dilarikan kerumah sakit Batam untuk mendapat perawatan intensif dulu dari dokter setempat.
Dokter Aulia mengatakan, jamaah haji tersebut mengidap penyakit sesak nafas. Menurutnya saat ini jemaah masih di Batam, dan istri nya yang menemani langsung.
Sementara itu, Jemaah haji yang sakit ini mengaku kangen dengan kampung halamannya. Karena itu mereka berharap bisa segera dipulangkan ke kampungnya.
Sampai saat ini jamaah haji tersebut masih dirawat di rumah sakit otorita Batam, sebut Anggita PPIH EHA Riau yang datang membesuk jemaah, Rabu (21/08).
Syahyunan Bin Amat Sulai dengan nomor porsi 400075605 ini mengaku mengalami sesak napas saat akan pulang dan kini sudah mulai membaik kondisinya.
Mudah-mudahan saya bisa dibantu untuk cepat pulang bertemu keluarga dan dirawat di rumah saja," kata Syahyunan seperti yang diinformasikan Emi Susanti dan Halimah Tusadiah usai membesuk jemaah Rabu pagi (21/08) di RS Otorita Batam Kepri.
Begitu juga dengan istrinya Dahlinana Binti kami Shaleh (54) sangat berharap bisa ditanggulangi pihak PPIH atau pemerintah setempat untuk pulang ke kampung halamannya melalui jalur laut, terang Emi.
Menanggapi hal itu, bergerak cepat Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA ingin masalah itu segera ditindak lanjuti semua unsur terkait.
Bersama Unsur PPIH Koordinator Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah Haji HM Saman S Soal MSi langsung merundingkan dan melakukan koordinasi dengan pihak PPIH daerah termasuk Kasi PHU Kemenag Inhil Idrus dan Ka. Kemenag Inhil.
"Mohon untuk jemaah yang sakit segera koordinasikan dengan pihak KKP, Ketua PPIH ASH, Kakemenag Inhil,Pihak Lion, dan buat surat pernyataan siap menanggung segala resiko yang terjadi selama perjalanan", kata Mahyudin melalui pesan WhatsApp.
"Kalau bisa dari kita juga ada yang mengantar jemaah yang sakit dari Batam ke Tembilahan, jika putusan Ketua PPIH membolehkan", jelasnya.
Saya sudah hubungi PPIH daerah, pada prinsipnya mereka setuju biaya ditanggung PPIH Inhil dengan catatan harus membuat surat pernyataan dari jemaah” kata Saman selaku Koordinator PPIH Provinsi menimpali.
Dari hasil koordinasi dengan PPIH daerah dengan pihak Pemkab setempat disepakati Bupati Inhil siap untuk menanggulangi seluruh biaya pemulangan jemaah ke kampung halamannya Inhil melalui jalur laut.
Mengingat kondisi jemaah yang masih lemah, perjalanan melalui jalur udara dan darat akan membuat jemaah semakin lelah.
Di sisi lain, Emi Susanti menambahkan, kondisi jemaah terlihat lebih bersemangat ketika keinginannya untuk diringankan dalam pembiayaan pulang di upayakan pihak PPIH EHA Riau.
“Kondisi jemaah semakin baik, wajahnyaa sudah mulai cerah, sudah tidak pakai alat bantu pernapasan lagi”, jelas Emi.
Hanya saja yang masih terpasang adalah selang infus untuk menambah ketahanan tubuh berupa cairan vitamin.
Emi menambahkan kendati keinginan jemaah untuk diizinkan pulang melalui jalur laut. Jemaah harus menyertai dengan surat pernyataan bahwa bila terjadi hal hal diluar dugaan selama perjalanan, sudah bukan menjadi tanggung jawab PPIH EHA Riau lagi.
“Bagaimanapun ini sudah ada SOPnya, jemaah hanya ditanggung pihak Lion Air untuk pemulangan jemaah ke Pekanbaru melalui jalur udara, bukan jalur laut”, katanya lagi.
Pihak keluarga pun merasa senang dan bersyukur dan menyetujui kesepakatan tersebut.(vera)