0 menit baca 0 %

Pulang dari Tanah Suci, Begini Cerita Penjagal Hewan Kurban

Ringkasan: Riau (Inmas) - Semoga menjadi haji mabrur . Begitulah harapan  Ridwan Efendi Bin Muhammad (75) jemaah haji kloter BTH 03 Debarkasi Haji Antara Riau ketika tiba di Asrama Haji EHA Riau, Selasa (20/8/2019) pukul 03.40 WIB dini hari.Setelah melakukan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci, guru ngaji d...

Riau (Inmas) - Semoga menjadi haji mabrur . Begitulah harapan  Ridwan Efendi Bin Muhammad (75) jemaah haji kloter BTH 03 Debarkasi Haji Antara Riau ketika tiba di Asrama Haji EHA Riau, Selasa (20/8/2019) pukul 03.40 WIB dini hari.

Setelah melakukan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci, guru ngaji dan juga penjagal hewan kurban ini kini bersiap untuk bertemu keluarganya di rumah.

"Alhamdulillah lancar dan semuanya bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar, meskipun dalam kondisi kaki yang sakit bisa melaksanakan ifadhanya," kata Ridwan di Embarkasi Haji Antara Riau (20/9/2019).

Istrinya Siti Fatimah Binti Tarmizi yang kesehariannya berjualan nasi ini selalu setia mendampingi suami disampingnya. 

Ketika ditanya tentang penyakit  suaminya. Wanita berusia 71 tahun membenarkan kaki suaminya yang sakit memang sudah lama karena jatuh di kamar mandi.

 “Selama ini bapak orangnya aktif sekali, sejak sakit, sudah susah untuk beraktivitas, banyak rangkaian ibadah yang harus dijalani dengan mengupah (membayar orang lain membantu), katanya dengan ekspresi sedih.

Selain beribadah, banyak hal yang dipetik oleh jemaah asal Inhil tersebut. Dia mengaku harus melalui perjuangan panjang untuk bisa berangkat menunaikan rukun Islam kelima.

 “Meskipun harus menggunakan kursi roda untuk ke mushalla, kemana mana, namun hatinya terasa tenang dan nikmat selama di tanah suci”, ujarnya melanjutkan cerita.

Ridwan merasakan betapa padatnya Masjidil Haram, tetapi berhasil masuk setelah dituntun oleh para petugas ditengah kaki sakit yang dialaminya sejak beberapa waktu yang lalu.

Semoga menjadi haji mabrur . Begitulah harapan Ridwan, kakek dari 14 cucu ini ketika tiba di Asrama Haji Embarkasi Haji Antara Riau, kepada humas.

Baginya bisa tiba ditanah suci dalam kondisi sakit saja sudah merupakan anugerah dari Allah. Ia sempat memberi motivasi kepada penulis untuk segera mendaftarkan diri menjadi jemaah haji.

“Mumpung masih muda dan kuat, tabungkan uang untuk ke tanah suci”, ucapnya memberi saran dengan ekspresi tulus.

Ia mengaku kesehariannya selain menjadi guru ngaji, imam masjid, juga selalu dipanggil masyarakat untuk memandikan jenazah, mengkafani dan menyolatkan.

Bahkan tiap tahun ia selalu  dipercaya menjadi penjagal hewan kurban. “Saya yang mencari lembu, saya juga memotong, dan saya yang mencari lembu itu selama di masjid Nurul Iman dekat rumah”, sebutnya.

Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada orang yang tidak ikut berkurban yang sudah mendaftar kurban dengan saya, sambungnya.

“Saya bisa motong hewan kurban sampai 15-20 ekor dalam satu hari, kalau kambing tak terhitung lagi bisa puluhan kambing yang saya potong” ungkapnya.

Ridwan mengaku baru tahun ini Ia tidak memotong kurban, karena berkesempatan besar ke tanah suci. Pengurus dan Imam Masjid Nurul Iman ini mengaku selama ditanah suci punya cerita susah dan senang.

Walaupun demikian, ia tetap bersyukur kepada Allah dengan kaki yang sakit bisa menginjakkan kaki ke tanah haram.

“Saya bersyukur kepada Allah, meskipun sakit kaki saya ini masih bisa dipakai, mungkin dengan doa anak dan cucu saya bisa selamat hingga pulang ke tanah air”, ungkapnya.

Baginya soal haji mabrur itu serahkan kepada Allah sesuai niat kita. “Karena sebelum pergi haji kita sudah berhaji, karena kita sudah berbai’at dengan Allah dan RasulNya dengan ucapan Laa Ila Haillallah muhammaddan Rasulullah” sambung bapak enam putra ini.

Jemaah yang juga dipercaya sebagai guru ngaji tauhid dan Imam Masjid dikampungnya ini menyebut pelayanan pemerintah terhadap jemaah tahun ini sudah bagus.

“Makanan, tempat tidur semuanya sudah enak dan nyaman Alhamdulillah”, ucapnya penuh syukur.

Setelah melakukan serangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Ridwan yang ditemani sang istri kini bersiap untuk bertemu keluarganya di rumah.(vera)