0 menit baca 0 %

Publikasi Kegiatan Bukan Ria Tetapi Sebuah Keharusan

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) – Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa publikasi kegiatan bukanlah ria tetapi adalah sebuah keharusan dan kebutuhan. Untuk itu, pihaknya memerintahkan seluruh jajarannya, untuk mempublikasikian seluruh kegiatan yang dilaksanakan, baik pada...

ROKAN HULU (KEMENAG) – Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa publikasi kegiatan bukanlah ria tetapi adalah sebuah keharusan dan kebutuhan. Untuk itu, pihaknya memerintahkan seluruh jajarannya, untuk mempublikasikian seluruh kegiatan yang dilaksanakan, baik pada Kemenag sendiri, MAN, MTsN, dan MIN, serta pada KUA Kecamatan se Rohul.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag ketika menyerahkan buku : Kemenag Rohul Dalam Perspektif Pers Tahun 2013, kepada Kepala MAN, MTsN, MIN, dan Kepala KUA se Rohul, pada apel bulanan seluruh jajaran Kemenag Rohul, Senin (2/6/2014) bertempat di halaman Kantor Kemenag Rohul, Kota Pasir Pengaraian.

Dikatakannya, sudah menjadi sebuah kebijakan baginya, bahwa setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan pada seluruh jajaran Kemenag Rohul, agar dipublikasikan kepada masyarakat dan tidak ada satupun yang disembunyikan, sebab hal ini menyangkut kebijakan public, dimana masyarakat harus mengetahui apa kebijakan dan program serta kegiatan yang kita lakukan.

Untuk menopang hal ini, Kemenag Rohul telah menyiapkan media web site on line internal yaitu “kemenagrohul.or.id”, yang diharapkan dapat menampung pemberitaan seluruh kegiatan Kemenag dan jajarannya. Saat ini kita memiliki 7 Madrasah Negeri, 16 KUA Kecamatan, 55 Madrasah swasta, 25 Raudhatul Athfal (RA) dan 12 Pondok Pesantren.

Kalau sekiranya kesemua lembaga dan pelayanan masyarakat ini, mengirimkan beritanya satu perhari, maka akan ada setidaknya 115 berita keagamaan setiap harinya, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi menyatakan bahwa pemberitaan kegiatan ini sangat penting, sebab menyangkut eksistensi lembaga yang kita pimpin. Jangan sampai orang tidak tahu kegiatan kita, sebab nanti mereka mengira bahwa kita tidak bekerja dan hanya tidur-tiduran saja sambil main face book.

Tunjukkan kepada mereka bahwa kita ini bekerja dan nanti diakhir tahun berita-berita tersebut agar dibukukan dan disampaikan kepada public, sehingga public mengetahui apa yang kita lakukan. Hal inilah yang saya lakukan setiap tahun, sehingga lahirlah buku “Kementerian Agama Dalam Perspektif Pers Tahun 2013” ini dan isinya 2.353 halaman, tegas Ahmad Supardi.

Ahmad Supardi juga menyatakan bahwa buku ini adalah potret kita menurut orang lain, yang diwakili oleh media cetak yang terbit di Provinsi Riau. Sedangkan potret kita menurut kita adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) yang kita buat setiap akhir tahun.***(Ash)