0 menit baca 0 %

Puasa dan Zakat Adalah Pembelajaran bagi Pengentasan Kemiskinan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Allahu Akbar, Allahu Akabar, Allahu Akbar Walillahilhamd. Hari ini, Jumat (10/9) bertepatan dengan 1 Syawal 1431 H kalimat takbir bergema dimana-mana. Ini sebagai ungkapan syukur yang bercampur gembira kerena telah ber idul fitri (kembali kepada kesucian/ fitrah).
Pekanbaru (Humas)- Allahu Akbar, Allahu Akabar, Allahu Akbar Walillahilhamd. Hari ini, Jumat (10/9) bertepatan dengan 1 Syawal 1431 H kalimat takbir bergema dimana-mana. Ini sebagai ungkapan syukur yang bercampur gembira kerena telah ber idul fitri (kembali kepada kesucian/ fitrah). Namun disisi lain perasaan haru dan sedih juga dialami oleh umat Islam, karena bulan Ramadhan yang amat mulia telah berlalu. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, dalam khutbahnya saat menjadi khatib di Lapangan Bukit Kecamatan Senapelan mengatakan, kemulyaan ramadhan dapat dilihat dari banyaknya julukan dari bulan ke-9 tersebut selein julukan Ramadhan. Bulan ini juga dijuluki dengan Syajr Al- Qur`an (bulan Al- Qur`an), Syahr al- Shiyam (bulan puasa), Syahr an- Najah (bulan keselamatan), Syahr al- Juud (bulan kemurahan), Syahr al- Tilawah (bulan membaca), Syahr al- Shabr (bulan kesabaran), Syahr al- Rahmah (bulan curahan kasih sayang dari Allah), dan Syahr al- Tarbiyah (bulan pendidikan). "Ramadhan menjadi bulan yang mulia, karena banyak kitab suci dan shuhuf diturunkan pada bulan itu. Shuhuf Ibrahim diturunkan Allah SWT pada malam pertama Ramadhan, Kitab Taurat diturunkan pada malam keenam Ramadhan, Kitab Zabaur pada malam ke- 12 Ramadhan, Kitab Injil pada malam ke- 18 Ramadhan dan Kitab Al- Quran diturunkan oleh Allah SWT pada malam ke- 17 Ramadhan," ungkap Asyari Nur dalam khutbahnya dihadapan ribuan jamaah. Ramadhan semakin terbukti kemulyaannya jika dilihat dari peristiwa-peristiwa penting yang mengukir lembaran sejarah Islam yang telah terjadi pada bulan Ramadhan, salah satunya kemenangan Rasulullah dan pasukannya dalam perang badr. Asyari Nur menambahkan, pada bulan Ramadhan ada dua ibadah wajib yang dilaksanakan oleh umat Islam, yaitu Puasa dan Zakat. Kedua kewajiban ini merupakan bagian dari rukun Islam yang lima. Puasa dan Zakat adalah pembelajaran bagi pengentasan kemiskinan. Karena dengan puasa dan zakat, akan muncul kepedulian sosial, khususnya terhadap sesama umat Islam. Sehingga, muncullah kedermawanan dari orang kaya kepada si miskin. "dan Allahpun telah mengingaktkan bahwa didalam harta kita terdapat hak orang lain," ungkapnya. Manusia diwajibkan untuk menyerahkan kadar tertentu dari hartanya untuk kepentingan saudara-saudaranya. Karena keberhasilan yang diperoleh seseorang tidak lepas dari jeri payah orang miskin dan orang terdekat. Sehingga, tidak pantaslah orang kaya sombong dan meremehkan si miskin. Berdasarkan ini pula wajar bila Allah SWT sebagai pemilik segala sesuatu mewajibkan kepada yang berkelebihan agar menyisihkan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan. "Zakat merupakan salah satu cara menopang upaya pengentasan kemiskinan. Namun dalam pendistribusian harga zakat harus disesuaikan dengan kondisi kemiskinan yang ada. Semakin banyak potensi dana zakat yang dapat digali dan dikelola dengan baik, maka akan semakin banyak membantu pengentasan kemiskinan, khususnya di Riau," tutupnya seraya berhadap agar apa yang disampaikannya dalam khutbah Id dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (msd)