Riau (Inmas) – Terkait dengan Embarkasi Antara, Kanwil Kemenag Riau telah menerima surat dari dirjen PHU pusat, tentang batasan Pemprov Riau memberikan laporan ke Dirjen. Misalnya pada tanggal 4 Pebruari 2019 dari Asisten 1 Pemprov sudah memberikan laporan penyelesaian dari item-item di catatan dirjen PHU kemarin. Sehubungan dengan surat tersebut yang merupakan perintah kepada Kanwil Kemenag Riau agar melaksanakan koordinasi dengan Pemprov Riau dalam hal progres pengerjaan Rusunawa Embarkasi Antara. Deadlinenya tanggal 12 Pebruari 2019, Yang akan dilaksanakan di Pusat.
Sebelumnya lebih dulu Kanwil Kemenag Riau melakukan survei kembali ke asrama terkait dengan progres yang telah diselesaikan oleh Kanwil Kemenag Riau. Hal ini terkait dengan adanya peninjauan dari dirjen PHU dalam hal hal yang harus dipenuhi oleh Pemprov Riau yang sampai saat ini maaij dalam tahap pengerjaan. Diharapkan selesai menjelang tanggal 12 Pebruari 2019. Kabid Haji dan Umroh, H Erizon berharap catatan dari dirjen PHU dapat diselesaikan menjelang tanggal 12 Pebruari 2019. Oleh karena itu, H. Erizon berencana akan melakukan pemeriksaan terakhir pada tanggal 11 Pebruari 2019. Sehingga hasil progres dapat dilaporkan ke pusat tepat tanggal 12 Pebruari 2019.
Dalam melakukan koordinasi, H. Erizon mengaku lebih banyak menunggu karena kewenangan pembangunan fisik ada pada Pemprov. Sedangkan Kanwil Kemenag hanya bertanggungjawab persoalan teknis misalnya jadwal rapat lintas sektoral akan dilakukan oleh Kanwil Kemenag setelah izin keluar. Selanjutnya akan diundang kemenag kabupaten /kota untuk membicarakan segala sesuatu yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah haji. meskipun hanya menunggu, H. Erizon tetap memantau pekerjaan sembari memberikan catatan-catatan kepada Pemprov Riau terkait hal yang mesti dipenuhi oleh asrama haji tersebut agar beroperasi. Apalagi diakuinya masih ada beberapa komponen yang belum terpenuhi sampai saat ini. Sehingga diharapkan dapat terselesaikan sesuai waktu yang ditentukan oleh Kemenag pusat.
Menurut H. Erizon, tidak ada persoalan yang paling prinsip dan signifikan dalam penyelenggaraan haji ini. Seperti air mengalir saja. Yang sudah menjadi pekerjaan rutin tahunan. Meskipun tantangannya selalu berbeda identitas jamaahnya dan waktunya, namun persoalan tersebut dapat terselesaikan. Meskipun keterlambatan penyelesaian dokumen masih selalu terjadi, namun H. Erizon optimis dengan jangka waktu yang ditetapkan, bakal tercapai tepat waktu.
Akhirnya H. Earizon mengharapkan terjaganya hubungan dengan pihak pihak terkait, terutama di kabupaten/kota, misalnya dinas perhubungan kota, dinas kesehatan, kepolisian, terutama dengan bupatinya. Lebih jauh Dalam konteks pelayanan haji ini, semua instansi terkait memiliki rasa tanggung jawab yang sama sehingga dapat selalu bekerjasama dengan kompak.(Vera/Eva)