0 menit baca 0 %

Proses Pemulangan JH Kampar Berjalan Lancar

Ringkasan: Kampar (Humas) – Proses pemulangan Jema’ah Haji (JH) Kab. Kampar yang tergabung dalam kloter 9 dan kloter 10 Debarkasi Batamberjalan dengan lancar, aman dan kondusif. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan U...

Kampar (Humas) – Proses pemulangan Jema’ah Haji (JH) Kab. Kampar yang tergabung dalam kloter 9 dan kloter 10 Debarkasi Batamberjalan dengan lancar, aman dan kondusif. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA didampingi Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah H Dirhamsyah SAg hari kamis (23/10) diruang kerjanya.

Fairus mengatakan, panitia atau petugas dalam proses pemulangan jema’ah haji ini dibagi menjadi tiga titik. Titik pertama berada di Batam (Asrama Haji Batam), titik kedua berada di Pekanbaru (Bandara Hang Nadim Batam) dan titik ketiga berada di Bangkinang (Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang).

Lebih lanjut Fairus mengatakan, dalam proses pemulangan tahun ini, mulai dari titik Batam hingga ke titik Bangkinang berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan dan tidak terdapat kendala-kendala yang berarti. Pemulangan jema’ah haji ini ke tanah air juga sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, Yang mana untuk kloter 9 JH Kampar berjumlah 445 orang plus 5 orang petugas, tiba di Bandara Hang Nadim Batam pukul 10.58 WIB. Sedangkan untuk kloter 10 jumlah JH Kampar sebanyak 99 orang, tiba di Bandara Hang Nadim Batam Pukul 11.10 WIB.

Alhamdulillah, pada musim haji tahun ini, Jema’ah Haji Kampar tidak ada yang wafat atau meninggal dunia, hanya saja ada satu orang Jema’ah haji Kampar yang dirawat di Rumah Sakit Otorita Batam atas Nama Mori Binti Medan umur 62 tahun, berasal dari Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar dengan nomor Porsi 0400053950 tergabung dalam kloter 9 Debarkasi Batam, menderita penyakit Dimensia.

Oleh karena itu, mari sama-sama kita do’akan Ibu Mori Binti Medan agar Allah SWT mencabut segala penyakit yang diderita, sehingga Ibu Mori bisa sehat dan bisa beraktivistas seperti biasanya, pungkas Fairus. *** (Ags)