0 menit baca 0 %

Promosi Doktor, Kemenag Kota Pekanbaru Syukuran

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Tanggal 30 Maret 2017 salah seorang Pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dipromosikan “Doktor” di Kampus UIN Suska Riau. Hal ini merupakan khabar baik yang patut di syukuri. Ka. Kankemenag Kota Pekanbaru, Drs.

Pekanbaru (Inmas), Tanggal 30 Maret 2017 salah  seorang Pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dipromosikan “Doktor” di Kampus UIN Suska Riau.  Hal ini merupakan khabar baik yang patut di syukuri. Ka. Kankemenag Kota Pekanbaru, Drs. H. Edwar S Umar, M.Ag beserta jajaran memberikan ucapan selamat kepada Yuli Usman yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Urusan Agama Kec. Tenayan Raya. “Di tengah tengah kesibukan dalam bekerja, Sdr. Yuli Usman mampu menyelesaikan S3. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa yang patut  dicontoh”. Ungkap Edwar (31/03)

Adapun disertasi yang ditulis oleh Yuli Usman, M.Ag adalah Sistem Pemerintahan Kesultanan Gunung Sahilan (1905- 1942) “ Dari disertasi tersebut di dapat dipahami beberapa hal; Pertama; Kerajaan Gunung Sahilan lebih dahulu dari Kerajaan Pagaruyung. Hal ini dapat dibuktikan dari tahun berdirinya kedua kerajaan tersebut.  Kerajaan Gunung Sahilan raja pertamanya adalah Raja Berdarah Putih, ia memintah pada tahun 1224-1264 M. Sementara raja pertama dari kerajaan Pagaruyung adalah Adityawarman yang memerintah dari tahun 1339 -1376 M.

Kedua ;  Sistem pemerintahan pada kerajaan Gunung Sahilan adalah sistem syuro (musyawarah), Wakil-wakil pemerintah di daerah adalah khalifah/pembantu sultan. Khalifah khalifah itu sama dengan dewan kesultanan dan dapat menentukan, karena dewan ini memiliki kekuasaan legislatif dan sekaligus kekuasaan eksekutif. Selain itu dewan ini memiliki kekuasaan yudikatif karena khalifah itu adalah anggota kerapatan besar. Ada 5 khalifah pada kerajaan Gunung Sahilan; 1. Khalifah Kampar Kiri, 2. Khalifah Kuntu, 3. Khalifah Ujung Bukit, 4 khalifah Batu Sanggan dan 5. Khalifah Ludai. Jelas Yuli.

Ketiga; Walaupun tidak ada hubungan dengan Datuk Perpatih Nan Sebatang,  namun adat istiadat kedua kerajaan tersebut ada kesamaan, sehingga diduga cikal bakal adat istiadat kerajaan Pagaruyung berasal dari kerajaan Gunung Sahilan. Edwar menambahkan (Idris)