Pekanbaru (Inmas)- Sebanyak 62 madrasah dari 1.683 madrasah yang tersebar di Provinsi Riau jadi program sasaran Program Kemitraan Pendidikan Autralia – Sub National Implementing Partner (SNIP) Madrasah Development Center (MDC) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau. Untuk itu Pgs Kakanwil Kemenag Riau yang juga Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Drs H Mahyuddin MA, Kamis (25/2) pada Closing Program dan Madrasah Expi Program Kemitraan Pendidikan Australia- Indonesia Fase 3 SNIP- MDC Kanwil Kemenag Riau Tahun 2016 di Hotel Pangeran mengungkapkan rasa terima kasih penghargaan kepada pihak kemitraan pendidikan Austalia yang telah membantu Madrasah di Riau berupa pengembangan mutu madrasah untuk mencapai akreditasi madarah, dan hibah penuh kepada 62 MI dan MTs yang diserahkan langung kepada madrasah program sasaran.
Menurutnya, program kemitraan ini adalah progam kemenag pusat malalui Dirjen Pendidikan Islam yang merupakan salah satu rencana strategis yang dibuat Kemenag. Kemitraan tersebut tidak semua Provinsi di Indonesia yang mendapatkan. “Ini program kanwil terdahulu, sejak dua tahun lalu kita berjuang agar program ini bisa dibawa ke provinsi Riau. Alhamdulillah berkat perjuangan bersama, khsusunya bupati tiga daerah sasaran yakni Inhil, Rohil dan Rohul, karena tampa dukungan pemerintah setempat program ini tidak bisa berjalan disini,” ungkapnya.
Ia mengatakan, dari laporan monitoring dan evaluasi penyelenggara program atau pejabat di Kanwil dan Kemenag Kabupaten dan Kota, program kemitraan tersebut telah berjalan sesuai dengan yang ditetapkan oleh Kemitraan Australia. Hasil yang dicapai cukup menggembirakan, dengan terakrditasinya 62 madrasah sasaran.
Namun lebih dari itu terjadi lompatan perubahan yang siginifikan disemua stakeholder madrasah dengan terjadinya perubahan pola pikir yayasan, komite dan kepala madrasah dan seluruh tenaga pendidi dan kependidikan di madrasah program sasaran. Perubahan pola pikir yang dimaksud adalah perubahan yang sangat positif dimana muncul semangat dan energi baru dikalangan stakholder madrasah untuk terus berjuang membenahi, meningkatkan kapasitas, meningkatkan kompetensi dan memenuhi dan melengkapi sarana fasilitas yang dibutuhkan oleh madrasah.
Lebih lanjut Mahyuddin mengatakan, program kemitraan ini telah jadi magnet bagi stakehoder madrasah, yayasan tidak segan mencari dan mengeluarkan dana untuk melaksanakan program sasaran.
“Bahkan tidak berlebihan probram kemitraan ini merupakan motifator yang energik hal ini dibuktikan bahwa laporan SNIP para mentor, master traning, co trening yang sudah dilatih sasaran program diperebutkan di madrasah untuk jadi narasumber,” ungkapnya bangga.
Menurutnya, kemitraan ini sangat baik, sangat komprehensif dan menyentuh kebutuhan semua madrasah. Untuk itu Kanwil Kemenag Riau dan Kemenag Kabupaten/ Kota hendaknya tidak ragu-ragu untuk mengadopsi program ini.
“Kemenag Kabupaten Kota hendaknya berkoordinasi dengan semua pihak, khususnya dengan pemda setempat untuk melanjutkan program kemitraan agar dapat dukungan dana dari berbagai pihak, dari pemda, pengusaha dan sebagianya untuk melanjutkan program kemitraan ini dan mendukung terakreditasinya madrasah- madrasah lain yang ada di Riau,” harapnya. (jon/mus)