Dumai (Inmas)- Untuk mempermudah siswa masuk ke Perguruan Tinggi ternama skala Nasional maupun Internasional, mulai semester dua tahun pelajaran 2018-2019 MAN 1 Dumai menerapkan ekstrakurikuler (ekskul) Tafizh Qur an bekerjasama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Qur'an Terpadu Ibadurrahman- Belading, Bengkalis.
Kepala MAN 1 Dumai, Januarizal, Selasa (2/4/2019) ditemui di ruang kerjanya mengatakan, hal tersebut tercetus setelah diadakannya seminar sehari tentang membumikan Al-Qur an yang diprakarsai oleh bidang keagaman MAN 1 Dumai.
Pada seminar yang menghadirkan narasumber Uztad Farit yang merupakan Imam
Mejid Muhajirin Bukit Datuk memaparkan tentang keistimewaan penghafal Alqur'an sehingga melahirkan ide dari bidang keagaman untuk membentuk ekskul thafizh
qur an.
"Langkah ini dilakukan untuk membantu siswa di masa depan, mengingat
ada beberapa universitas ternama di Indonesia yang menerima siswa melalui jalur
prestasi hafalan Al-qur an diantaranya UI, UGM, UNAN dan lainnya," ungkap
Januarizal.
Januarizal menambahkan, bahwa para siswa yang sudah hafal minimal 3 jus dengan tartil akan diwisuda setelah melalui ujian yang akan dilaksanaka oleh uztad Farit pada tanggal 11 April 2019. Siswa yang dinyatakan lulus pada ujian ini akan diwisuda pada acara perpisahan siswa kelas XII pada tanggal 18 April 2019. Hal ini juga sebagai daya tarik bagi siswa yang belum hafal Al-Qur'an dan juga sebagai promosi madrasah ke masyarakar agar masyarakar kenal dan mau memasukkan anaknya ke madrasah, ungkapnya
Sementara itu, informasi salah seorang pembina ekskul MAN 1 Dumai,
Asmayepi diperoleh informasi bahwa di kota Duri terdapat sebuah pesantren yang
khusus untuk membina para hafiz dan hafizoh, yaitu Pondok Pesantren (Ponpes)
Tahfizh Qur'an Terpadu Ibadurrahman- Belading Jalan Rangau Km10 dusun belading
RT. 004 RW. 003 desa petani kecamatan Batin solapan Kabupaten Bengkalis.
"Ponpes ini dipimpin oleh uztaz H. Umar Mahmud LC. Di ponpes ini
terdapat berbagai program untuk penghafal Al-Qur an, ada program karantina
weekend yang santrinya hanya datang belajar pada hari Sabtu dan Ahad, ada
program seperti ponpes umunya dan ada juga program karantina perbulan. Santri
yang belajar di ponpes ini dari berbagai usia," jelasnya.
MAN 1 Dumai mengirim siswa-siswi untuk di karantina di Ponpes Ibadurrahman
selama satu bulan dimulai tanggal 1 Maret s.d 31 Maret 2019.
"Alhamdulillah program ini sangat didukung oleh kepala sekolah MAN 1
Dumai Bapak Januarizal. Dari hasil karantina diperoleh siswa-siswa yang dapat
menghafal Al-qur an. Hafalan yang diperoleh siswa beragam dari yang hafal
setengah jus sampai yang hafal 5 jus, itu semua tergantung dari kemampuan
masing-masing siswa," jelasnya.
Untuk biaya pendidikan siswa selama karantina ditanggung oleh masing-masing
siswa, dan sekolah hanya meberikan rekomendasi. (masnely/e-m)