Siak (Kemenag) - Senin, (17/11/2025). Semangat pagi menyelimuti Halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Siak hari ini saat Pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul untuk melaksanakan Apel Senin. Apel yang dipimpin oleh Pembina Apel Sakdiah, MM (Ketua Kelompok Kerja Pengawas/Pokjawas) ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momen penyampaian apresiasi atas prestasi gemilang dan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Mengawali amanatnya, Sakdiah menyampaikan kabar yang membanggakan. "Kami mengucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas Raihan 5 medali siswa madrasah Kabupaten Siak di event Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional di Tangerang, Provinsi Banten, beberapa waktu lalu," ujarnya penuh bangga.
Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di bawah naungan Kemenag Siak. Selain kabar gembira, Sakdiah juga mengingatkan seluruh jajaran terkait pentingnya evaluasi kinerja terutama yang saat ini dilaksanakan oleh Pokjawas terkait Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang saat ini sedang dilaksanakan sebagai proses evaluasi komprehensif. "Penilaian Kinerja Kepala Madrasah ini merujuk pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1111 Tahun 2019. Nantinya hasil penilaian sudah kami diunggah paling lambat tanggal 19 Desember mendatang," tegasnya.
Sakdiah juga membagikan wawasan yang diperolehnya saat mewakili Kepala Kankemenag Siak dalam dua agenda penting. Seminar Internasional "Advancing Education: Building Quality and Global Excellence": Kegiatan yang ditaja oleh MTsN 1 Siak bekerja sama dengan USM Universitas Sains Malaysia dan UIN Suska Riau ini, membuka mata terhadap persamaan kurikulum namun terdapat perbedaan karakter masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam keberanian melihat dan menciptakan peluang kerja.
Diwaktu lain, dalam seminar yang diselenggarakan oleh Pemda Siak di Gedung Mahratu bertajuk "Berinvestasi pada Anak Usia Dini di Kabupaten Siak, Mempersiapkan SDM Indonesia Emas 2045", Sakdiah menyampaikan penekanan bahwa puncak kecerdasan anak dimulai dari usia 0-1 tahun, dan pembentukan kepribadian yang maksimal harus diupayakan dari 0-6 tahun. Tujuannya adalah mewujudkan generasi emas yang potensial dan produktif pada tahun 2045.
Terakhir, menguatkan pentingnya pembinaan SDM sejak dini, Sakdiah menutup amanatnya dengan membagikan hasil keikutsertaannya dalam kajian Parenting bersama penceramah Astrie Feizaty Ivo di Masjid Agung Sultan Syarif Hasyim. "Sebaik-baik pola pengasuhan anak adalah dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah sebagai kurikulum utama. Pondasi agama adalah kunci sukses pembangunan karakter anak-anak kita," pungkas Sakdiah.
Apel Senin berjalan tertib dengan Komandan Apel Abdul Gapur (Arsiparis Seksi Pendis), Pembaca Acara Masjani, Pembaca Teks Korps Pegawai Republik Indonesia Efigustina Nasution dan ditutup dengan pembacaan Doa oleh Awaludin Romadhani. (Hd)