PRESIDEN SBY BUKA MTQ NASIONAL XXIII TAHUN 2010
Ringkasan:
Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke XXIII Tingkat Nasional di Bumi Raflesia Bengkulu, tadi malam, Sabtu Malam Minggu, 5 Juni 2010. Pembukaan MTQ Nasional Tahun 2010 ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri ribuan umat Islam Kot...
Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke XXIII Tingkat Nasional di Bumi Raflesia Bengkulu, tadi malam, Sabtu Malam Minggu, 5 Juni 2010. Pembukaan MTQ Nasional Tahun 2010 ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri ribuan umat Islam Kota Bengkulu dan sekitarnya.
Presiden SBY dalam sambutannya menyatakan : Dengan pelaksanaan MTQ ini, kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah swt, Tuhan Yang Maha Kuasa. Marilah kita jadaikan MTQ ini sebagai ajang untuk menyebarkan syiar Islam di tengah-tengah masyarakat. Dan sekaligus sebagai sarana untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan isi kandungan al-Quran, di tengah-tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya dewasa ini, yang ditandai dengan kemajuan tekhnologi, informasi dan transfortasi. Ketiga kemajuan ini, sangat mempengaruhi deras dan cepatnya perubahan sosial dan budaya di tengah-tengah masyarakat.
Kepala Bidang Penamas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. M. Saman, S.Sos. M.Si. menyatakan, pembukaan MTQ Nasional XXIII Tahun 2010 di Bengkulu ini, berlangsung dibawah guyuran hujan yang cukup keras, yang membasahi Bumi Raflesia, Kota Bengkulu. Namun demikian, menurutnya, hujan ini tidak menyurutkan nyali dan semangat seluruh kafilah dari 33 Provinsi seluruh Indonesia, untuk mengikuti pembukaan MTQ. Pembukaan tetap berlangsung dengan sangat meriah, dan seluruh kafilah sangat antusias mengikutinya. Kemeriahan itu bertambah, dengan penampilan tarian massal oleh Pelajar dari Kota Bengkulu yang cukup semarak, ditambah dengan pemukulan bedug oleh Presiden SBY, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan MTQN XXIII di Bumi Raflesia, Kota Bengkulu.
Selesai pembukaan oleh Presiden SBY, maka seluruh kafilah dari 33 provinsi seluruh Indonesia mengadakan devile, memperkenalkan diri dan kontingennya masing-masing kepada seluruh hadirin. Dari 33 provinsi seluruh Indonesia, tidak ada satupun kafilah yang tidak hadir, padahal hujan cukup deras mengguyur Kota Bengkulu.
Salah satu tim devile adalah Kafilah Provinsi Riau dibawah pimpinan Asisten II Setda Riau, Drs. H. Emrizal Pakis, mantan Kepala BAPPEDA Provinsi Riau yang cukup sukses di masanya, dengan membawa rombongan 45 peserta musabaqah, 15 orang official/pelatih dan 32 orang staf sekretariat yang akan memberikan pelayanan kepada peserta musaabaqah.
MTQN XXIII Tahun 2010 selain dihadiri oleh Presiden SBY, juga dihadiri oleh Ibu Ani Yudoyono, Menteri Agama : Surya Darma Ali (SDA), Menkominfo : Tifatul Sembiring, Menkum HAM : Patrialis Akbar, Mendiknas : M. Nuh, Mendagri : Gamawan Fauzi, dan Gubernur seluruh Indonesia dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH. MM.
SBY Kecam Israel
Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam sambutannya, mengecam dengan keras aksi Israel yang beberapa waktu yang lalu, telah menyerang kapal missi kemanusian yang membawa bantuan ke Palestina. Menurut SBY, sebagai negara yang beriman dan merdeka, apa yang telah dilakukan oleh Israel tersebut adalah merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. Presiden SBY juga menghimbau seluruh umat Islam Indonesia, untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar konflik Palestina yang sudah sejak lama terjadi, dapat segera diselesaikan.
Persoalan Palestina mendapat perhatian dari dunia internasional dan bahkan telah menjadi isu dunia internasional, khususnya negara-negara Arab dan negara-negara berpenduduk Muslim. Khusus masalah Palestina yang terakhir ini, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, menyatakan bahwa Israel berhak membela dan menjaga kepentingannya di Jalur Gaza. Meskipun sebelumnya, Obama menyatakan bahwa insiden di kapal Mavi Marmara, misi sosial, yang membawa bantuan ke Palestina, itu Tragis. Pernyataan Obama itu, justru kontra produktif dengan komitmen pemerintahannya yang akan mengupayakan solusi perdamaian untuk Israel-Palestina.
Presiden Obama dalam satu kesempatan di depan negara-negara Islam, pernah berjanji untuk membantu kepentingan negara-negara muslim. Namun, kenyataan yang diperoleh, terjadi sikap mendua dalam kebijakan negara Paman Sam itu. Bagaimana mungkin mewujudkan perdamaian yang adil dan sejahtera, sementara sikap polisi dunianya terbelah dan bahkan mendua. Kasus Palestina atau insiden kapal mavi marmara ini adalah ujian berat bagi Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, yang dalam salah satu kampanyenya menyatakan akan melakukan rekonstruksi hubungan diplomatik dengan negera-negara musuh Amerika Serikat pada masa pemerintahan sebelumnya. (Ash).