0 menit baca 0 %

Presiden Ajak Pemimpin dan Ulama Menjadi Tauladan

Ringkasan: Jakarta (Pinmas)- Kasus video porno yang sedang ramai sekarang ini adalah cermin dari penurunan moral dan akhlak dimana semua pihak harus menanggapinya secara serius. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain sambutannya ketika membuka Munas ke VIII MUI, Minggu (25/7) so...
Jakarta (Pinmas)- Kasus video porno yang sedang ramai sekarang ini adalah cermin dari penurunan moral dan akhlak dimana semua pihak harus menanggapinya secara serius. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini dalam bagian lain sambutannya ketika membuka Munas ke VIII MUI, Minggu (25/7) sore, di Jakarta Convention Centre. "Mari kita cegah tidak terjadinya lagi kasus-kasus atau tragedi yang memprihatinkan itu," kata Presiden SBY. Presiden juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyelamatkan dan membangun akhlak, moral, dan kesantunan sebagai bangsa yang terhormat. "Menjadi negara maju dan sejahtera itu belum cukup, perlu satu lagi, yaitu menjadi bangsa yang bermartabat," ujar SBY. Menurut Kepala Negara, moral, etika, budi pekerti, dan sopan santun serta kehidupan yang religius adalah penting dalam kehidupan. Namun, yang terpenting adalah sebelum mengajak yang lain untuk meningkatkan moral, hendaknya semua itu dimulai dari diri sendiri. "Ini mendasar. Oleh karena itu, sangat besar harapan saya kepada kaum ulama dan para pemuka agama di negeri ini untuk benar-benar berdiri di depan dalam urusan menyelamatkan akhlak, moral, etika, budi pekerti, dan sopan santun bangsa kita," Presiden menegaskan. Lebih lanjut, Presiden juga mengimbau kepada para pemimpin negeri ini dan para ulama agar bisa menjadi contoh dan memberikan contoh. "Menjadi contoh itu bersifat pasif. Memberikan contoh dan mengajak itu aktif," ujar SBY. Presiden menilai, banyak para pemimpin yang lebih suka menjadi contoh. Tetapi, kepada para ulama SBY berharap agar turut mengajak, memberikan contoh kepada umat dan rakyat Indonesia. "Kita ingin agar umat Islam di negeri ini betul-betul menjadi muslimin dan muslimat yang beriman, bertakwa, beramal soleh, serta berbudi pekerti dan bersopan santun yang baik berdasarkan ajaran Islam dan kearifan lokal kita semua," Kepala Negara menandaskan. (sby.info/ts)