Talukkuantan (inmas)- Sebagai persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1440H/2019M Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau sudah melakukan pembinaan kepada jemaah calon haji di provinsi Riau. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Riau H. Erizon Efendi, S.Ag M.Pd.
Kabid PHU Riau mengatakan penyampaian informasi haji dan pembinaan jemaah ini dilakukan pada saat manasik yang dilaksanakan jemaah baik secara mandiri ataupun melalui kelompok bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di daerah.
Adapun materi yang disampaikan Erizon segala hal yang terkait dengan jemaah, pembinaan dan perlindungan jemaah sesuai yang diamanahkan undang undang nomor 13 tahun 2008.
Lebih rinci Erizon mengatakan hal pertama yang perlu dicermati jemaah calon haji jelang musim haji 2019 diantaranya isthitoah kesehatan jemaah, yakni kemampuan kesehatan fisik, mental dan perbekalan.
Ada tiga kriteria pertama istithoah murni, istithoah berjangka dan istithoah pendampingan. Jelang keberangkatan haji dibulan juli nanti masih terdapat sekitar 5 bulan, untuk itu bagi jemaah yang istithoahnya berjangka dan pendampingan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, sebutnya. semoga jelang berangkat kesehatannya terus membaik, namun apabila isthito'ahnya tidak memenuhi syarat maka jemaah tidak bisa diberangkatkan.
Yang kedua yakni persiapan dokumen haji, jika kesehatan sudah memenuhi syarat maka dokumen perjalanan yakni pasport. Hal ini merupakan hal penting karena syarat keluar negeri adalah pasport, setelah pasport lanjut visa dari Kedutaan Besar Arab Saudi. Untuk itu dokumen ini wajib dipenuhi. "Menurut laporan dari seluruh kasi Haji Kab/kota rata rata provinsi Riau dokumen jemaah yang sudah selesai hampir 70 persen", ujarnya.
Ketiga biaya perjalanan ibadah haji (bpih) sebagaimana "Untuk operasional ibadah haji tahun 2019, besaran rata-rata biaya operasional penyelenggaraan ibadah haji per jemaah direncanakan Rp 69.744.435. Dari total biaya tersebut, jemaah hanya membayar rata-rata Rp 35.235.602 atau sama dengan rata-rata BPIH tahun lalu", lanjutnya.
Maka biaya yang perlu disiapkan jemaah untuk pelunasan tidak sampai 10 juta rupiah, akan tetapi kita masih menunggu besaran BPIH Embarkasi Batam tentunya, terang Kabid PHU.
Hal lain yang perlu diketahui jemaah harus menyiapkan diri diantaranya memperbanyak mempelajari ilmu dan doa manasik, ataupun menyimak materi yang disampaikan instruktur baik soal ibadah ataupun soal teknis.Â
KabidPHU berharap dengan lebih awalnya penyampaian informasi haji ini, akan dapat mengurangi permasalahan yang akan dialami jemaah dan jemaah dapat mandiri jika menemui kendala saat berada di tanah suci.
Kedepan, sambungnya pada saat manasik tingkat kabupaten Kabid PHU akan mengunjungi seluruh kabupaten kota untuk menyampaikan kebijakan terbaru pemerintah khususnya peta wilayah pemondokan di arab saudi, dan hal penting lainnya.Â
Pada pramanasik di Taluk Kuantan ini turun hadir kepala kankemenag kuansing H. Jisman, Kasi PHU Kuansing H. Bahrul, Ka Kua Benai H. Herly Basman dan Kua Kuantan Tengah H. Riko Piliantoni. Adapun Kabupaten yang sudah dikunjungi dalam rangka persiapan haji tahun 2019 diantaranya Bengkalis, Pekanbaru, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Siak dan Kuantan Singingi. (Nik/vera)