Batam (Inmas)- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam menggelar rapat evaluasi pertama terhadap seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Batam Tahun 1437/2016 M. Rapat digelar di Asrama Haji Batam, Minggu (21/8) sore. Hadir dalam rapat antara lain Ketua PPIH Embarkasi Batam H. Marwin Jamal, Wakil Ketua I Zulkifli Aka, Sekretaris PPIH Syahbudi, Perwakilan Saudia Sumista, Kepala Bidang Kesehatan Dr. Anas Ma’ruf, perwakilan Bidang Keamanan, Perwakilan Asrama Haji, perwakilan bandara Hang Nadim Batam, perwakilan Bea dan Cukai Batam, perwakilan Imigrasi Batam, perwakilan Bidang Dokumen, Kabid PHU Kanwil Kemenag Kalimantan Barat, perwakilan Dinas Perhubungan Kepri, perwakilan Catering, perwakilan Bidang Pemberangkatan, dan sejumlah undangan.
Ketua PPIH Embarkasi Batam H. Marwin Jamal dalam sambutannya mengatakan meskipun terdapat sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan selama penyelenggaraan ibadah haji, namun tidak menimbulkan masalah yang serius. Menurutnya pemecahan masalah selalu cepat dilakukan berkat kerjasama semua personil PPIH Embarkasi Batam yang dianggapnya sudah bekerja dengan maksimal.
“Saya merasakan koordinasi yang baik semua pihak, alhamdulillah hingga Kloter 13 BTH semua berjalan relatif lancar, 80 % penerbangan internasional berjalan mulus bahkan lebih cepat dari jadwal semula. Hanya tiga penerbangan yang mengalami keterlambatan,” kata H. Marwin Jamal.
“Konsentrasi kita kita tingkatkan untuk menghadapi JCH Kloter 15 BTH asal Kota Batam yang selalu padat pengunjung, Embarkasi Antara Jambi yang akan berlangsung beberapa hari lagi dan menyambut kloter terakhir yang bertambah beberapa jamaah asal Embarkasi Palembang,” tambahnya.
Selama rapat berlangsung beberapa catatan penting yang dihasilkan untuk segera dievaluasi, ini dia catatannya.
Pada kloter 1 BTH terjadi keterlambatan penerbangan selama 12 menit. Dalam penjelasannya perwakilan Saudia, Sumista mengatakan, keterlambatan terjadi karena padatnya jalur penerbangan internasional. “Salah satu hal yang tidak bisa kami intervensi adalah soal lalu lintas penerbangan. Kami diperintahkan untuk menunggu karena memang jalur penerbangan sedang padat, sehingga ATC Singapore harus membuat rute penerbangan baru, alhamdulillah rute yang dibuat tidak membutuhkan waktu lama dan rute itu pula yang kita gunakan hingga hari ini,” ucap Sumista.
Ketika ditanya soal dimulainya distribusi air zam-zam, Sumista mengatakan Saudia akan mulai mengangkut air zam-zam dari Medinah berturut-turut pada tanggal 23, 24, dan 24 Agustus 2016. “Insya Allah tanggal 26 Agustus 2016 air zam-zam sudah komplit,” tambahnya.
Dari Bidang Kesehatan, Dr. Anas Ma’ruf mengatakan bahwa pihaknya terpaksa membatalkan secara permanen jamaah atas nama Marlinda Binti Muhammad Ali (39) yang tergabung dalam Kloter 11 BTH asal Sanggau Kalimantan Barat. Marlinda dipulangkan ke daerah bersama suaminya, Rakhmad Mulyadi Nurjunib. “Setelah melalui dikonsultasikan ke dokter specialis jiwa, Marlinda didiagnosa menderita Schizophrenia Akut dan membutuhkan perawatan untuk observasi selanjutnya. Maka jamaah yang bersangkutan dibatalkan keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji tahun 1437 H/ 2016 M,” jelas Anas Ma’ruf.
Masih menurut Anas Ma’ruf, pihaknya juga masih menemukan JCH yang belum divaksinasi. “JCH dari Kepri, dan Riau semua aman karena sudah divaksinasi, tetapi kami menemui JCH yang belum divaksin asal Kalimantan Barat. JCH yang belum divaksin kami tunda keberangkatannya karena harus divaksin terlebih dahulu. Kami juga menemukan JCH yang hamil, namun karena umur kehamilannya memenuhi syarat untuk terbang, maka kita berangkatkan,” ujarnya.
Dalam bidang keamanan, PPIH Embarkasi Batam akan mengantisipasi jumlah pengunjung yang memadati Asrama Haji Batam karena pada Kloter 15 BTH akan dihuni oleh JCH asal Batam. Perwakilan Bidang Keamanan PPIH Embarkasi Batam. Thomas mengatakan pihaknya akan mengatur pengunjung yang berasal dari Batam dengan pengaturan yang lebih ketat. “Termasuk kita akan tertibkan areal parkir yang ada di depan Asrama Haji Batam,” ujar Thomas.
Perwakilan Asrama Haji Batam, Nursetiajid menyatakan pihaknya siap menampung jamaah asal Embarkasi Palembang yang akan bergabung di Kloter 20 BTH. Untuk mengantisipasi embarkasi antara Jambi, perwakilan Bandara Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan sudah membuat Standar Operasional Prosedur yang akan memprioritaskan pesawat domestik yang mengangkut jamaah haji yang tergabung dalam Embarkasi Batam. (hatiman/rls)