0 menit baca 0 %

PP Darussalam Saran Kabun Lakukan Kunjungan Silaturrahmi Ke Kanwil Kemenag Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) –  Selasa, (24/01) sekitar pukul ) 09.30 WIB pagi Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Darussalam Saran Kabun Rohul. Rombongan yang berjumlah 11 orang ini dipimpin langsung oleh H Alaidin selaku pimpinan Pondok Pesantren.

Pekanbaru (Inmas) –  Selasa, (24/01) sekitar pukul ) 09.30 WIB pagi Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi kedatangan tamu dari Pondok Pesantren Darussalam Saran Kabun Rohul. Rombongan yang berjumlah 11 orang ini dipimpin langsung oleh H Alaidin selaku pimpinan Pondok Pesantren.

Pada kesempatan tersebut H Alaidin menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas terpilihnya H Ahmad Supardi MA sebagai Kakanwil Kemenag Riau, yang sebelumnya merupakan Kepala Kantor Kemenag di Rohul. Lanjut ia mengulas tentang perjuangan beliau melalui amanat pejuang pendidikan di PP Darussalam terdadulunya. Amanah tersebut agar terus menggiatkan anak didik dalam membaca kitab kuning. Melalui pendidikan diniyah formal tersebut diharapkannya kitab kuning dapat diangkat dan diakui statusnya. Sementara dikatakannya kesulitan yang dihadapi selama ini berkaitan SDM dan kompetensi guru yang mengajarkan kitab kuning, ucapnya. Dan solusi dari hal tersebut diantaranya bisa mengikuti pendidikan  mahat Ali seperti yang ada di Jabar, begitu juga dengan membentuk kerjasama dengan kampus Al Azhar Mesir, dan saat ini pihaknya tengah berupaya mengajukan permohonan untuk mendapatkan SDM tenaga pendidik dari Mesir.

Selain itu sambungnya saat ini Pondok Pesantren Darussalam terus berbenah baik itu dari segi infra struktur maupun akademisi dengan berbagai bantuan dari beberapa donatur seperti pembangunan asrama dan lainnya. Pun bantuan dana pembangunan RKB (Ruang Kelas Belajar) yang telah diberikan oleh Kemenag Pusat dan Kanwil Kemenag Riau sebanyak 200 juta pada tahun yang lalu merupakan apresiasi tersendiri bagi kami, ujarnya. Insyaallah kedepan kita akan terus mendukung sepenuhnya segala bentuk program pemerintah dalam pembangunan agama yang dilakukan oleh Kemenag sebagai corong keagamaan di negeri ini, tuturnya. H Alaidin juga menuturkan semoga program yang dilaksanakan di Pondoknya bisa sejalan dan bersinergi dengan program Kemenag.

Menyambut hangat yang telah diungkapkan oleh Pimpinan pondok pesantren H Alaidin, Kakanwil Kemenag Riau Drs H Ahmad Supardi MA dalam arahannya menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan silaturrahmi tersebut. Kakanwil Kemenag mengaku merasa senang dan gembira dengan program yang telah dijalankan dan dikembangkan oleh PP Darussalam. Mengingat Pondok Pesantren merupakan cikal bakal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang cintai ini, sebutnya.

Saat memberikan arahannya Kakanwil Kemenag Riau memberikan beberapa motivasi terkait dengan Pondok Pesantren kepada beberapa Asatidz dipondok  tersebut seperti bagaimana mencetak generasi muda yang berkualitas di bidang ilmu agama dan memberikan kesempatan pendidikan tanpa memandang status sosial dan manajemen Pondok Pesantren. Menurutnya pesantren adalah benteng dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif yang menjalar saat ini.

Pada kesempatan yang sama beliau menyinggung masalah bantuan, dikatakan Ahmad bahwa anggaran Kemenag yang digelontorkan pemerintah melalui Kemenag tahun ini berkisar 900 milliard. Kemudian 800 milliar dialokasikan untuk dana pendidikan, termasuk didalamnya tunjangan gaji ASN dan sebagainya. Anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat ini diharapkan bisa bermanfaat guna secara maksimal dan tepat sasaran kedepan, ungkapnya. Untuk darussalam, secara khusus beliau berpesan agar proses belajar mengajar maupun dalam hal operasional dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, jangan sampai keluar dari koridor dan aturan yang ada, ucapnya. Pondok Pesantren akan dilirik masyarakat jika memiliki ciri khas sendiri dibanding yang lain, maka mari terus berbenah dengan kekhasan masing-masing, karena masing masing pondok tidak akan sama sistem dan manajemen pendidikannya, pesannya lagi. Tugas kita sekarang adalah bagaimana menghidupkan kembali pondok pesantren sebagai sekolah agama yang betul-betul berbasis agama.

Semoga dengan terlaksananya program keagamaan dan syiar agama yang kita lakukan di pondok pesantren akan lahir para kiyai dan ahli agama yang kompeten dan berkualitas kedepannya. Bahkan bila perlu kedepan Riau bisa memiliki perguruan tinggi sendiri yang lahir dari pondok pesantren yang mapan secara kwantiti dan kredibel secara kwalitas, imbuhnya.  Begitu pula madrasah kita di Riau yang  selama ini masih awam dengan pengetahuan agama dan mengerti bahasa arab kedepan juga bisa memiliki lokal khusus jurusan agama seperti MAPK yang ada di Madarasah MAPK Sumbar, sehingga generasi yang berasal dari madrasah mafhum dan mengerti  khususnya mempelajari hadis dan kitab kuning layaknya siswa pondok, harap H Ahmad Supardi.(vera/vam)