0 menit baca 0 %

PP AlKaustar Tuan Rumah MQK Ke-6 Provinsi Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Pondok Pesantren Al-Kautsar yang berlokasi di Kulim, Jum'at (07/04) malam terlihat begitu semarak dan meriah. Ponpes ini dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) ke-6 dan debat Bahasa Arab tingkat Provinsi.

Pekanbaru (Inmas) - Pondok Pesantren Al-Kautsar yang berlokasi di Kulim, Jum'at (07/04) malam terlihat begitu semarak dan meriah. Ponpes ini dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) ke-6 dan debat Bahasa Arab tingkat Provinsi. Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari kedepan, diikuti oleh masing masing perwakilan pondok pesantren se-Provinsi Riau.


MQK merupakan ajang lomba santri dalam hal kemampuan membaca kitab klasik atau kitab dengan tulisan arab yang tidak diberi harkat atau baris. Kitab klasik itu kerap disebut dengan kitab kuning atau kitab gundul. Demikian yang diungkapkan Kakanwil Drs H Ahmad Supardi MA saat mengawali sambutannya. Menurutnya pondok pesantren merupakan basis untuk melahirkan para ulama dan calon pemimpin masa depan. Maka sangat urgen kegiatan ini menjadi agenda tahunan rutin Kemenag.

Ulama harus mampu menguasai ilmu  ilmu agama yang ada dalam sejumlah kitab. Namun begitu, juga jangan terfokus dengan ilmu agama semata, barengilah dengan ilmu umum lainnya yang mumpuni, ujarnya memberi motivasi kepada santri peserta MQK. 


Pimpinan PP Al Kautsar Ustadz Hanif dalam laporannya menyampaikan ucapan syukur yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan sebagai penyelenggara kegiatan berskala Provinsi ini. Atas semua partisipasi moril maupun materil hingga doa yang tak putus dari keluarga besar PP Al-Kautsar , Alhamdulillah MQK tahun ini bisa terlaksana dan dihadiri sejumlah pejabat pemprov, Kanwil Kemenag serta aparat setempat, ucapnya penuh semangat.

"Bukan tak mungkin Tahun depan kita harapkan Presiden yang membuka kegiatan MQK ini", imbuhnya.
Jika untuk Tahun ini MQK berskala nasional akan dihelat di Provinsi Jawa Tengah, persisnya di Jepara, mana tau pelaksanaan berikutnya Riau yang dipercaya menjadi destinasi MQK Nasional, harap Hanif disambut riuh hadirin.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi PD Pontren Zulfadli LC mengatakan ajang ini, merupakan sarana mengevaluasi kedalaman ilmu agama para santri melalui bacaan kitab gundul. Ia mengatakan dengan moment ini pula akan lahir kader ulama yang menguasai ilmu agama secara lebih komprehensif dari pesantren.

Hadir pada acara pembukaan Gubri, Kapolda, Kakanwil Kemenag Riau beserta jajaran, Danramil Camat Tenayan, Pimpinan Ponpes se-Riau.(vera)