0 menit baca 0 %

Positioning Penghulu dengan Asesmen

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Bidang Urais dan Binsyar taja Asesmen Kompetensi Kepenghuluan, Senin (03/04), di Aula Besar Kanwil Kemenag Prov. Riau dengan anggaran PNBP dan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari calon penghulu, penghulu, dan Kepala KUA kab/kota se-Provinsi Riau yang dibagi dalam 2 angkatan...

Pekanbaru (Inmas) - Bidang Urais dan Binsyar taja Asesmen Kompetensi Kepenghuluan, Senin (03/04), di Aula Besar Kanwil Kemenag Prov. Riau dengan anggaran PNBP dan diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari calon penghulu, penghulu, dan Kepala KUA kab/kota se-Provinsi Riau yang dibagi dalam 2 angkatan. Pembukaan pun langsung dihantarkan oleh Ka. Kanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA didampingi oleh Kabid Urais dan Binsyar, Drs. H. Irhas.

"Pada saat ini di Kementerian Agama semua pejabat dari mulai tingkat yang paling rendah sampai dengan paling tinggi harus melewati prosedur yang disebut dengan asesmen, ini sudah menjadi ketentuan baku. Begitu juga dengan penghulu yang merupakan jabatan yang paling rendah tetapi eksistensinya sangat penting karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan," ujar Ahmad Supardi.

Beliau juga menambahkan bahwa kualitas penghulu harus berada diatas rata-rata karena menyangkut kehidupan masyarakat dunia dan akhirat terutama dalam hal pernikahan.

"Kasus perceraian yang saat ini semakin tinggi menjadi fenomena yang sangat mengkhawatirkan karena kehidupan pernikahan sangat berkaitan dengan kualitas generasi bangsa yang dihasilkan. Menurut penelitian bahwa anak-anak nakal itu paling banyak berasal dari keluarga yang broken home, maka dari itu penghulu yang bertugas menikahkan calon pengantin harus memiliki pengetahuan dan kemampuan yang berkualitas baik dalam membimbing dan memberikan pembinaan kepada catin," jelas Mantan Kasubbag Perencanaan Kanwil Kemenag Riau.

Menjadi penghulu tidak lagi menjadi mudah karena adanya tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, Beliau melanjutkan, Asesmen merupakan salah satu wujud pemetaan kepenghuluan yang diharapkan akan menghasilkan penghulu yang berkualitas dan tidak hanya itu asesmen juga merupakan salah satu media penyaringan SDM yang pantas untuk menjadi ujung tombak pelayanan nikah rujuk sehingga berpengaruh pada lahirnya keluarga yang sakinah.

"Pada asesmen ini juga berguna untuk mencetak Kepala KUA yang sudah memenuhi persyaratan dan rencananya kedepan akan ada asesmen untuk calon Kepala KUA yang nantinya akan menempati jabatan pada KUA yang belum memiliki Kepala. Jabatan yang terlalu lama kosong tidak baik terhadap perkembangan operasional KUA tersebut yang berdampak pada buruknya pelayanan terhadap masyarakat. Mudah-mudahan asesmen untuk calon kepala KUA dapat segera terselenggara," papar Bapak 3 orang anak ini.

Pada akhir sambutan Beliau mengingatkan peserta agar konsentrasi mengikuti kompetensi asesmen ini dan jawablah pertanyaan apa adanya jangan dibuat-buat agar hasilnya pun sesuai dengan kenyataan yang ada.

Pada kegiatan ini juga turut hadir Kasubdit Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah, Drs. H. Zainal Muttaqin, MA, Kepala Biro Kepegawaian yang diwakili oleh pegawainya yaitu Widodo Helwis dan Diah Amalia, S.pi serta Tim asesor dari UIN Suska Riau. Uji Kompetensi ini juga dimulai dengan tes tertulis yang soalnya berasal dari Subdit Kepenghuluan. Selamat mengerjakan dan semoga berhasil. (nvm)