0 menit baca 0 %

Posisi 13 Besar, Kakanwil : Perlu Lakukan Tiga Strategi Ini Kedepan

Ringkasan: Riau Raih 13 Besar Di Pentas PAI Aceh, Kakanwil : Perlu Tiga Strategi IniAceh (Inmas)- Pekan keterampilan dan seni pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat nasional ke VIII Tahun 2017 di Taman Ratu Saffiatuddin ditutup secara resmi malam tadi pukul 22.00 WIB oleh Gubernur Aceh yang diwakili Wagub...

Riau Raih 13 Besar Di Pentas PAI Aceh, Kakanwil : Perlu Tiga Strategi Ini

Aceh (Inmas)- Pekan keterampilan dan seni pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat nasional ke VIII Tahun 2017 di Taman Ratu Saffiatuddin ditutup secara resmi malam tadi pukul 22.00 WIB oleh Gubernur Aceh yang diwakili Wagub Nova Iriansyah.

Terlihat masyarakat memadati lapangan Taman Safiatuddin, sehingga tidak tampak lagi ada ruang yang kosong dipelataran lapangan. Pentas PAI yang kali pertama digelar dipulau Jawa ini disambut meriah oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Dihubungi terpisah, Kakanwil Kwmenag Riau mengatakan putra putri terbaik Provinsi Riau yang memboyong sebanyak 31 peserta ini, kali ini hanya mampu membawa satu medali emas untuk cabang pidato Tingkat SD Putra Aditya dan harapan III  dari cabang pidato SMP putra atas nama Muhammad Rifa'i, dari lima cabang list Final yang diraih. Dan alhamdulillah, kita bisa berada diposisi ke13 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, ujar Ahmad Supardi mengawali bincang.

Kakanwil Kemenag Riau merasa bangga atas pencapaian kontingen Riau, yang telah menunjukkan kemampuan maksimalnya di ajang Pentas PAI nasional ini.

Menurutnya, keberhasilan tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik intern maupun ekstern. " Semoga tahun tahun berikutnya bisa dtingkatkan lagi, minimal dipertahankan prestasi yang sekarang diraih, ungkapnya.

"Kami ucapkan terimakasih dan apreasiasi kepada para guru agama, di SD, SMP, dan SMA se Riau yang telah membina para peserta didiknya, meskipun banyak yang bwlum berhasil meraih juara.

Menurutnya kedepan perlu dilakukan pembinaan secara intensif, dilanjutkan dengan pencarian bibit secara berkala ke sekolah sekolah, apalagi helatan ini hanya sekali dalam dua tahun, tentu bisa dipersiapkan dari sekarang menggali potensi potensi itu dengan matang, dan yang tak kalah penting perlu kiranya kita melakukan rekrutmen untuk tingkat provinsi bahkan jika perlu dilaksanakan kompetisinya sampai kab/kota.

Ahmad Supardi menilai tiga hal ini penting, mengingat penyaringan potensi ini perlu dilakukan secara berjenjang dari Kecamatan, minimal dimulai dari tingkat kabupaten, setelah itu baru di saring kembali di tingkat provinsi yang pada akhirnya akan dibawa ke tingkat nasional. 

"Saya yaqin jika ketiga hal itu dilakukan, kita mampu mendongkrak prestasi kita, pasti kita mampu meraih prestasi yang jauh lebih gemilang di tahun mendatang", ujarnya.

Sebagai informasi, turut hadir pada acara penutupan itu Kepala bidang Pakis Drs H Fairus, Kabag TU Drs H Mahyudin MA, Kepala Kemenag Siak Drs H Muharrom, Kepala Kankemenag Meranti H Miskam, para kasi dilingkungan Bidang Pakis Kanwil Kemenag Riau, dan beberapa Kasi dari Kab/kota. (vera)