Siak (Inmas) – Di sela-sela memonitoring sekaligus meng-eavaluasi pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) Tahun 2017 di Kecamatan Kandis, pihak Pesantren Darus Shofa mengajak Tim Monev Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak untuk melihat usaha perkebunan cabe yang sedang mereka kembangkan. Perkebunan cabe yang dibina oleh Khalifah Zainuddin, SH., MH ini ternyata berhasil memproduksi cabe yang luar biasa.
Menurut keterangan Zainuddin, cabe yang sedang dikembangkan ini perbatangnya bias menghasilkan cabe 5 kg dengan usia tanaman bisa mencapai 2 tahun. Yang lebih menarik adalah ternyata cabe perkebunan ini tumbuh di tanah yang tidak banyak memiliki kandungan air, artinya cabe ini sangat subur justru tumbuh di tanah keras, tanah kuning bahkan di pasir. Bisa dibayangkan omset yang di dapat jika satu batang bisa menghasilkan cabe 5 kg sedangkan perkebunan ini memiliki ribuan batang cabe yang saat ini sudah penuh dengan cabe yang siap untuk dipanen.
Di hadapan Tim Monev, Pak Jai (Sapaan Zainuddin) menceritakan bahwa apa yang dia dan tim bina saat ini merupakan hasil dari petualangan yang panjang dengan mengambil perbandingan selama “berguru” tanam cabe di Medan, “saat memulai perkebunan cabe disini, banyak orang menganggap saya gila karena latar belakang saya magister hukum, selain itu apa yang saya kembangkan ini bisa dikatakan tidak sejalan dengan model penanaman cabe kebanyakan. Hasilnya Alhamdulillah setelah masyarakat menyaksikan, hasilnya, hampir seluruh masyarakat disini memiliki kebun cabe yang seluruhnya merupakan binaan kami”. Terang pria yang humble dan ramah ini.
Tim Monev yang terdiri dari Drs. H. Syaifuddin, Fadlullah, S.Pd.I, Dian Fauza, S.Pd Humas Kankemenag Siak menyempatkan diri untuk “kuliah” singkat tentang penanaman cabe ala Pak Jai ini. Tim Monev juga di ajak berkeliling untuk melihat perkebunan cabe miliknya dan milik warga binaannya. Sepanjang perjalanan Tim Monev takjub dengan karya yang luar biasa dari anak negeri Siak ini, cabe yang segar dan “bergubal” lekat di tangkainya seakan tangkai pun tak kuat menahan buah cabe yang berlimpah. Mudah-mudahan banyak muncul Zainuddin-Zainuddin yang lainnya yang berkarya untuk membangun per-ekonomian ummat, sehingga, peradaban Islam kembali bangkit di negeri ini. (Hadi)