ROKAN HULU (KEMENAG) Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Tandun gelar wisuda santri dan santriwati untuk tingkat Madrasah Aliyah (MA) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Diniyah Takmliyah Awwaliyah (MDTA), Rabu (4/6/2014) bertempat di kampus Ponpes Darul Ulum Tandun.
Peserta wisuda berjumlah 61 orang, dengan perincian 20 santri MA, 30 santri MTs, dan 11 santri MDTA.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Rohul yang diwakili Askisten 3 Drs HT Habrizal, Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Camat Tandun Irwandi STTIP, Kapolsek Tandun, Danramil Tandun, Kepala KUA Gustaman SAg MSy, Pimpinan Ponpes Darul Ulum, Darussalam Kabun, Nikmatullah Kasikan Kampar, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Ketua Komite Madrasah, majelis guru, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan orangtua wali santri.
Asisten 3 atas nama Bupati Rohul dalam sambutannya, menyatakan bahwa ponpes adalah lembaga pendidikan yang cukup matang dan menjadi alternative bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya, sebab system pondok dinilai lebih baik dibandingkan dengan yang lain.Pemkab Rohul juga sekarang justru akan mencontoh system ponpes, dengan penerapan PDTW pada 16 SMP dan PDTU pada 2 SMA se Rohul.
Hal ini dimaksudkan agar anak didik selain mendapatkan pelajaran umum seperti biasanya, juga akan mendapatkan pengetahuan agama secara lebih mendalam.
Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, sampaikan 5 pesan penting kepada wisudawan dan wisudawati. Jika hal ini dilaksanakan dengan baik, akan memberikan manfaat yang cukup dalam hidup dan kehidupan sehari-hari para alumni ponpes.
Kelima pesan tersebut adalah sebagai berikut :Pertama, seluruh alumni ponpes termasuk para orang tuanya, agar bersyukur dapat sekolah dan menyekolahkan anaknya di madarasah, sebab pendidikan di madrasah, selain mendapatkan ilmu pengetahuan, juga mendapatkan sikap mental tangguh, dan kepribadian mulia, serta pembiasaan dalam bidang ibadah.
Kedua, diharapkan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, sebab ilmu yang diperoleh di ponpes ini masih kurang, apalagi tantangan yang dihadapi sekarang semakin berat. Makanya Nabi mengajarkan kepada ummatnya untuk menuntut ilmu sepanjang masa walau harus sampai ke negeri China.
Ketiga, diharapkan setelah selesai ponpes, jangan langsung berfikir untuk kawin, sebab umur masih cukup muda, dan dipandang belum memiliki kematangan untuk berkeluarga. Diharapkan agar seluruh alumni, menimba pengalaman terlebih dahulu, baru berfikir untuk menikah.
Keempat, diharapkan meningkatkan kreatifitas, sebab ternyata anak-anak ponpes itu memiliki potensi kreatifitas yang tinggi dan beragam. Kreatifitas ini harus dikembangkan, sebab terkadang ilmu yang banyak tanpa dibarengi dengan kreatifitas, maka ilmu yang banyak itu tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh orang lain dan bahkan oleh diri sendiri.
Kelima, jangan lupakan jasa guru dan orang tua, sebab orang-orang ini adalah orang yang sangat berperan dalam hidup seseorang. Kesuksesan seseorang sangat ditunjang dan ditentukan oleh guru dan orang tua. Oleh karenanya jangan sampai melupakan jasa kedua orang ini.***(Ash)